Radar Jember - Nuansa sakral begitu terasa di Masjid Roudhotul Muchlisin, Jumat (4/7/2025).
Suara bacaan doa bergema lembut, berpadu dengan suasana hening yang sarat haru.
Para tamu dengan pakaian putih menjadi saksi atas pernikahan Megawati Hangestri Pertiwi dengan Dio Novandra Wibawa.
Megawati, sang bintang voli putri nasional, tampil anggun dalam balutan kebaya putih klasik.
Di sampingnya, Dio, yang merupakan atlet finswimming peraih medali SEA Games, terlihat duduk tenang, sesekali menghela napas panjang.
Dengan satu tarikan napas yang mantap, Dio mengucapkan ijab qabul.
Ruangan seketika senyap.
Beberapa tamu menunduk menahan tangis haru.
Momen ini takkan terlupakan oleh Mega dan Dio.
Seusai prosesi akad nikah itu, kepada awak media, Mega menyampaikan, momen itu diakuinya sebagai salah satu hari paling emosional dalam hidupnya.
Setelah resmi menikah, Mega memastikan akan tetap menjalani profesinya sebagai atlet.
“Senang sekali. Ini impian semua pasangan. Dan akhirnya kami bisa wujudkan juga. Setelah ini, saya pastikan akan main voli lagi,” ujar Mega.
Hal yang membuat akad itu semakin istimewa, hadir pula rekan setim Mega dari klub Daejeon Red Sparks di Korea Selatan, Giovanna Milana.
Gia, sapaan akrabnya, datang sejak 3 Juli dan langsung menuju Jember.
“Saya terharu dia datang. Kami memang dekat selama di Korea, dan dia selalu support saya,” kata Mega.
Mega bercerita, sebenarnya rencana pernikahan sudah dibahas sejak tahun lalu.
Saat itu, ada wacana untuk menikah pada Juli atau Agustus 2024.
Namun, karena Mega masih terikat kontrak dengan Red Sparks dan waktu persiapan terlalu sempit, keputusan menikah ditunda.
“Ibu saya, Bu Siti Muhanah, juga merasa waktunya terlalu mepet. Dalam budaya Jawa, kan nggak bisa asal cepat. Harus undang banyak keluarga dan disiapkan dengan matang,” tuturnya.
Keputusan menunda pernikahan diambil setelah Mega berdiskusi dengan ibu dan tantenya, Ayun Nigtyasaptarini.
Dari sanalah muncul kesepakatan untuk melangsungkan pernikahan di tahun 2025, dengan waktu persiapan lebih panjang.
Di sisi lain, Dio mengungkapkan kebahagiaan yang sulit digambarkan.
“Saya senang, terharu, bahagia semua jadi satu. Alhamdulillah bisa melewati ini,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Ayun kemudian menjelaskan kisah di balik perjalanan hubungan keduanya.
Menurutnya, Mega dan Dio mulai dekat sejak masa karantina atlet di awal pandemi Covid-19.
Dari seringnya bersama, muncul kedekatan emosional hingga akhirnya saling menjadi tempat berkeluh-kesah.
“Mereka saling support sejak awal. Sering cerita, sering bareng. Dari situ tumbuh komitmen yang makin kuat,” kata Ayun.
Ayun juga menyampaikan, setelah menikah, pasangan ini akan menetap di Surabaya.
Mereka telah membeli sebuah rumah di kawasan yang dekat dengan bandara, demi menunjang mobilitas Mega bila mendapat panggilan dari tim luar negeri.
“Mega juga sudah KTP Surabaya. Jadi semua sudah dipersiapkan,” lanjutnya.
Hari ini (5/7), resepsi keduanya akan digelar di Surabaya.
Tetap mengusung adat Jawa, kali ini dengan balutan warna hitam yang elegan.
Sejumlah teman Mega dari Korea Selatan turut diundang.
“Belum semua konfirmasi hadir, tapi semua undangan sudah kami sebar,” kata Ayun. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh