Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jalur Gumitir Mau Ditutup 2 Bulan, DPRD Jember Minta Kaji Ulang: Bisa Ganggu Sekolah, Ekonomi, hingga Pengiriman BBM!

Mega Silvia RJ • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:00 WIB
RAMBU PEMBERITAHUAN DIPASANG: Di sekitar tikungan mbah Singo sudah terlihat ada beberapa papan proyek yang menunjukkan jalan di lokasi setempat akan diperbaiki.
RAMBU PEMBERITAHUAN DIPASANG: Di sekitar tikungan mbah Singo sudah terlihat ada beberapa papan proyek yang menunjukkan jalan di lokasi setempat akan diperbaiki.

Radar Jember - Rencana penutupan total jalur Gumitir pada 24 Juli hingga 24 September mendatang menuai perhatian serius dari Komisi C DPRD Jember.

Jalur nasional yang menghubungkan Jember–Banyuwangi itu dinilai terlalu vital untuk ditutup sepenuhnya.

Sebab, menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga pendidikan.

Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk meminta penjelasan dan kajian teknis atas rencana penutupan tersebut.

“Kami minta itu dikaji ulang untuk penutupan total karena pasti akan berdampak pada transportasi di Jember dan Banyuwangi pada khususnya,” ujarnya.

David mengungkapkan, penutupan Jalur Gumitir tidak hanya berdampak pada mobilitas warga.

Namun, juga bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM akibat terganggunya distribusi logistik.

"Tidak tertutup kemungkinan, bisa jadi naik karena nanti jadi langka. Pengiriman BBM, kemudian pengiriman gas dan sebagainya, ini akan jadi kendala tersendiri," ulasnya.

Dari sisi ekonomi, dia memastikan akan terjadi perubahan biaya operasional yang berimbas pada harga barang, terutama produk segar seperti sayuran yang dikirim dari Banyuwangi ke Jember.

"Misalkan ada beberapa pedagang yang ambil dari Banyuwangi yang biasanya sampai di Jember itu bisa tepat waktu. Kalau dia harus muter, pertama itu waktunya kan lama. Yang kedua, pasti cost operasional yang akan naik,” paparnya.

Dampak sosial yang berpotensi timbul, tambahnya, seperti terganggunya akses pendidikan bagi siswa yang tinggal di dua wilayah berbeda.

"Belum lagi nanti anak-anak sekolah," imbuhnya.

Pihaknya meminta agar BBPJN memikirkan solusi alternatif.

Baik dalam bentuk kebijakan teknis selama masa pengerjaan maupun percepatan pembangunan agar tidak terlalu lama menutup akses.

Dia akan mendorong bupati untuk memfasilitasi pertemuan tersebut.

"Belum lagi nanti terhambatnya pengiriman-pengiriman material yang itu digunakan untuk kegiatan pembangunan maupun infrastruktur," kata Ketua Fraksi Partai Nasdem itu.

Terkait opsi sistem buka tutup, menurutnya, masih perlu kajian lebih lanjut, mengingat kondisi geografis Gumitir yang berada di kawasan hutan dengan jurang di sisi jalan.

"Ini kan alternatif tidak ada soalnya, satu-satunya dan ini adalah proyek nasional,” pungkasnya. (jum/sil/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#tikungan mbah singo #Jember #Perbaikan Jalan #Jalur Gumitir ditutup #Gumitir