Radar Jember – Laga cabor sepak bola putra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 baru saja selesai.
Jember pulang dengan membawa medali perunggu, Senin (30/6/2025), setelah mengandaskan perlawanan Kota Kediri.
Walau begitu, ada rasa yang mengganjal.
Sebab, ofisial sepak bola putra Jember melayangkan protes.
Protes tersebut dilayangkan pada Sabtu, 28 Juni 2025, atau tepatnya setelah laga semifinal melawan Kota Surabaya.
Pada laga penentuan siapa tim yang masuk ke final tersebut, Jember kalah tipis 1-0.
“Kami tidak protes hasil pertandingan, tidak protes proses gol, ataupun keputusan wasit dan lain sebagainya. Tapi kami protes yang ada dalam peraturan terkait pemain,” terang Wakil Ketua Askab PSSI Jember Andik Slamet.
Dalam form protes yang ditulis tangan oleh Deny Ariyanto, asisten pelatih sepak bola putra Jember, ada dua pemain Kota Surabaya yang secara status terdaftar di EPA Persebaya U-20.
Andik menambahkan, berdasarkan surat edaran dari Asprov Jatim Nomor 004/TD/PSSI-JATIM/1V/2025, bahwa dua pemain dari Kota Surabaya.
Di antaranya, Sadida Nugraha Putra (nomor punggung 55) dan Jay Amru Ghoni (nomor punggung 21), tidak boleh turun di Porprov Jatim 2025.
Sebab, tambah dia, dalam peraturan pemain yang mengikuti Elite Pro Academy (EPA) dalam dua tahun terakhir harus dicabut atau dikeluarkan terlebih dahulu dari sistem SIAP PSSI.
“Jadi, yang bermain di Porprov Jatim itu murni pemain amatir. Pemain yang pernah membela berbagai jenjang Timnas pun tidak boleh ikut, termasuk yang ikut EPA,” terang Andik.
Dalam daftar susunan pemain Kota Surabaya saat melawan Jember di partai semifinal tersebut, kedua pemain yang dimaksud diturunkan sejak menit pertama laga dimulai.
Sampai saat ini, tambah dia, pihaknya juga menanti hasil dari protes tersebut.
Sementara, untuk medali emas cabor sepak bola putra itu diraih oleh Kota Surabaya setelah menang lewat drama adu penalti dengan Kabupaten Mojokerto.
Seperti diketahui, layangan protes juga pernah dilakukan tim sepak bola putri Jember terhadap Banyuwangi.
Hasilnya, Banyuwangi yang awalnya sebagai juara grup dan lolos dari fase penyisihan grup, akhirnya tersingkir. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh