Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terkesan Karena Bentang Alam dan Sejarah Legendanya, Pantai di Pesisir Selatan Jember Masih Banyak Diminati di Momen Long Weekend

M. Ainul Budi • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:11 WIB

MASIH DIMINATI: Sejumlah pengunjung saat mengabadikan momen di bibir Pantai Watu Ulo, Ambulu. Saat long weekend tiba, banyak wisatawan domestic dari luar Jember yang datang ke Watu Ulo.
MASIH DIMINATI: Sejumlah pengunjung saat mengabadikan momen di bibir Pantai Watu Ulo, Ambulu. Saat long weekend tiba, banyak wisatawan domestic dari luar Jember yang datang ke Watu Ulo.
 

AMBULU, Radar Jember – Sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah pesisir selatan Jember selalu menjadi favorit jujugan wisatawan domestic (Wisdom).

Apalagi ketika libur panjang tiba. Seperti long weekend kemarin.

Salah satunya, adalah Pantai Watu Ulo yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Watu Ulo merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Jember. Pantao ini terkenal karena memiliki daya tariknya yang eksotis.

Sejumlah pengunjung pun mengaku, mereka datang ke Watu Ulo tak sekedar melepas penat dengan deburan ombak atau melihat bentang alam.

Namun, mereka juga penasaran akan sejarah dan legenda Watu Ulo.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung dari Bondowoso.

“Saya datang dari Maesan, Bondowoso ke Watu Ulo ingin liburan ke pantai. Ya salah satunya ke Watu Ulo. Karena selain harga tiket terjangkau, di Watu Ulo ini juga terkenal akan sejarah panjangnya,” ujar Imron, salah seorang pengunjung.

Sebagaimana diketahui, nama watu ulo berasal dari bahasa jawa, “watu” artinya batu dan “ulo” artinya ular, yang jika kata-kata tersebut digabungkan artinya “batu ular”.

Nama tersebut diberikan bukan tanpa alasan, melainkan karena terdapat batu panjang yang menyerupai ular menjulur ke arah laut di pantai ini yang menjadikan daya tarik utama dan legenda pantai watu ulo.

Keberadaan pantai Watu Ulo kini menjadi tempat wisata yang dinikmati banyak wisatawan, pemandangannya memadukan antara batu eksotis menyerupai ular dengan keindahan alam.

Ceritanya, dahulu ada seekor naga bernama Nogo Rojo yang menjadi penguasa di seluruh pantai.

Sifatnya rakus dan jahat, memangsa ikan di laut dan menakuti penduduk sekitar. Kekuasaan dan ketamakan Nogo Rojo berlangsung begitu lama.

Pada akhirnya muncul seseorang pahlawan bernama Mursodo yang dengan kesaktiannya berhasil mengalahkan Nogo Rojo dan memotong tubuhnya menjadi tiga bagian.

Bagian kepala Nogo Rojo dilempar ke pantai Grajakan Banyuwangi, bagian tubuh berada di watu ulo, dan bagian ekor di Pacitan.

Terlepas dari mitos, terbentuknya batu eksotis yang menyerupai ular merupakan proses geologi yang terbentuk secara alami.

Namun, cerita-ceritanya tentang sejarah batu yang menyerupai ular itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta cerita-cerita rakyat ataupun legenda. (bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Watu Ulo