Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pagu Terlampaui! Ratusan Siswa Tereliminasi di SPMB SMP Jember, Swasta Jadi Harapan Baru

Jumai RJ • Kamis, 26 Juni 2025 | 14:15 WIB
HARI TERAKHIR: Orang tua calon siswa mendaftar jalur domisili di SMPN 1 Rambipuji, Rabu (25/6) pagi.
HARI TERAKHIR: Orang tua calon siswa mendaftar jalur domisili di SMPN 1 Rambipuji, Rabu (25/6) pagi.

Radar Jember – Antusiasme calon murid terpantau meningkat sejak hari pertama hingga hari terakhir pendaftaran SPMB SMP lewat jalur domisili.

Pada tahap kedua ini, baik sekolah di pinggiran maupun pusat kota kemungkinan pendaftarnya melampaui pagu yang disediakan.

Seperti di SMPN 1 Rambipuji, SMPN 2 Jember, dan SMPN 4 Jember, jumlah pendaftarnya membeludak.

Pada jalur domisili ini, hingga hari terakhir kemarin ada 213 calon siswa yang mengajukan pendaftaran di SMPN 1 Rambipuji.

Padahal, kuota yang disediakan sekolah hanya untuk tiga rombongan belajar (rombel) atau sebanyak 90 siswa saja.

Artinya, sebanyak 123 calon siswa dipastikan tidak akan diterima melalui jalur ini.

Sebelumnya, pada tahap pertama yang mencakup jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi, pendaftar mencapai 237 siswa.

Namun dari jumlah tersebut, hanya 134 siswa yang diterima.

Sebanyak 103 pendaftar lainnya tereliminasi karena kuota yang terbatas.

Kepala SMPN 1 Rambipuji Siti Mariyani menegaskan bahwa pihak sekolah hanya mampu menampung total 224 siswa dari seluruh jalur pendaftaran.

“Saya sudah menyarankan kepada orang tua untuk mempertimbangkan mendaftar ke SMPN yang masih longgar kuotanya. Tapi, sebagian besar tetap ngotot ingin anaknya bersekolah di sini,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, sejumlah orang tua yang anaknya tidak diterima di tahap pertama, kembali mencoba mendaftar di tahap kedua lewat jalur domisili.

Dengan hanya tersedia tujuh rombel, total daya tampung SMPN 1 Rambipuji tetap tidak bisa bertambah.

Sementara, jika digabung dari seluruh jalur pendaftaran, ada sebanyak 450 calon siswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 226 calon siswa harus tersingkir karena kuota hanya tersedia untuk 224 orang.

Menurut Mariyani, banyak berkas milik pendaftar yang gagal di tahap pertama tidak diambil kembali.

Sebagian besar dari mereka diketahui langsung mendaftar ke sekolah swasta di wilayah Jember.

Hanya sebagian kecil yang mengambil berkas dan kembali mencoba peruntungan di tahap domisili.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, hingga hari ketiga kemarin, masih terlihat sejumlah orang tua datang ke sekolah untuk mendaftarkan anak-anak mereka.

Kendati peluang makin kecil, antusiasme tetap tinggi.

Tak sedikit yang berharap bisa lolos lewat sistem zonasi berdasarkan jarak domisili.

Kabid SMP Dispendik Jember Tulus Wijayanto mengatakan, pada tahap kedua ini pendaftaran lebih fleksibel.

Sebab, mereka bisa memilih tiga sekolah sekaligus.

“Jika pada pilihan pertama tidak diterima, masih ada dua pilihan,” tuturnya.

Ia membenarkan, antusiasme pendaftar SPMB tahun ini cukup tinggi.

Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat kelulusan sekolah dasar di Jember.

Dengan itu, pihaknya menggandeng sekolah swasta dalam penerimaan murid baru kali ini. (jum/dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #spmb #jalur domisili