Radar Jember - Atlet Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember, Muhammad Ramadani, gagal mencapai ekspektasi meraih medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
Padahal pada Porprov 2023, dia sukses menyabet medali perak.
Untuk diketahui, pada balapan kuda yang digelar Minggu (22/6/2025) di Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Ramadani turun di kelas E dan menunggangi kuda bernama Renata Putri, yang tak lain kuda milik Bupati Jember Muhammad Fawait.
Di kelas G, dia menunggangi Anis Marsela milik Kepala Desa Mlokorejo H. Mahfud.
Sedangkan di kelas H, Ramadani bersama Ratu Sadeng, kuda milik Pordasi Jember.
Wakil Ketua Pordasi Jember Rahaditha Viraq Prakasa menyampaikan, sejatinya Ramadani sudah tampil maksimal.
Dia mampu menerapkan strategi dan teknik yang telah dipelajari selama latihan.
Hanya saja, menurut Rahadit, kuda yang dimiliki Jember masih kalah cepat dibanding kuda dari kabupaten kota lain.
“Kalau di pacuan, atletnya bukan hanya orangnya saja, tapi kudanya juga atlet yang menentukan kemenangan,” katanya.
Lebih lanjut menurut Rahadit, kuda yang dimiliki Jember termasuk kuda milik Bupati Gus Fawait belum sepenuhnya terbiasa dengan kompetisi.
Selain itu jam terbang kuda di arena pacuan tergolong minim.
“Selama ini, atlet pacuan termasuk kudanya kesulitan cari tempat latihan,” paparnya.
Biasanya latihan di Desa Mlokorejo di kebun tebu, tapi hanya setelah panen.
“Harapannya Jember punya lintasan sendiri supaya bisa latihan maksimal dan menarik peminat baru” katanya.
Kendati satu atletnya telah gugur tanpa satu pun medali, Pordasi Jember masih memiliki 9 atlet yang terbagi pada nomor equestrian dan panahan berkuda.
Sebagai cabor unggulan, Rahadit optimistis Pordasi Jember masih bisa meraih medali dari kedua nomor tersebut.
“Targetnya enam medali, meski tidak bisa meraih satu pun di nomor pacuan. Saya rasa masih bisa dikejar di nomor panahan dan equestrian,” ungkapnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh