Radar Jember - Siapa sangka dari sebuah base camp kecil lahir sebuah merk CDI dan knalpot yang kini menembus pasar tiga benua.
Adalah Agus Sakti, pehobi vespa klasik pencetus Smallframejember yang produknya berhasil mencatat sejarah baru.
Di sebuah gang sempit, di Jalan Halmahera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, denting logam terdengar dari bawah rindangnya pohon kersen yang pada batangnya tertancap papan bertuliskan #BukanBengkel.
Di sanalah, satu knalpot vespa klasik tengah dipoles, sebelum dibungkus rapi untuk dikirim ke Malaysia.
Ini bukan knalpot sembarangan.
Produk itu dibuat secara handmade oleh pemuda lokal.
Soft launching-nya baru dilakukan awal Mei 2025 lalu.
Namun, dalam sepekan, 16 unit langsung habis terjual melalui marketplace.
Tersisa satu saja, itu pun segera dikirim ke negeri jiran.
“Yang ini untuk kiriman ke Malaysia. Alhamdulillah pasar luar negeri mulai terbuka,” ucap Agus Sakti, pendiri Smallframejember.
Harga knalpot buatan lokal itu bervariasi, ada yang mencapai Rp 1,7 juta.
Namun, soal kualitas tak perlu diragukan.
Suara khas vespa tetap dijaga, bentuknya unik, namun tetap pas untuk vespa smallframe.
Meski bukan lulusan teknik, Sakti paham betul bagaimana merancang produk.
Latar belakang pendidikannya tak lazim untuk seorang perajin mesin, S-1 Psikologi, S-2 Marketing, dan kini menempuh program doktor pemasaran di Universitas Jember.
Usaha ini bermula bukan dari ambisi bisnis, tapi dari rasa keresahan.
Sakti bercerita, dirinya sedari lama begitu menyukai vespa klasik.
Namun, dia kesulitan mencari CDI yang berkualitas.
Komponen pengapian yang beredar di pasaran sering kali tidak konsisten performanya, atau harganya kelewat tinggi.
Dari situ, dia dan teman-temannya mulai melakukan riset dan mencoba merancang CDI sendiri.
Dua produk lahir, dan keduanya diterima dengan cukup baik di pasar komunitas vespa.
Sejak itu, mulai dipasarkan untuk kalangan sendiri.
Lebih dari 800 unit CDI buatan Smallframejember telah terjual.
Tak hanya ke berbagai penjuru Indonesia, tapi juga ke luar negeri.
Pada April 2024 lalu satu paket CDI mendarat di Mesir, disusul kiriman ke Brasil pada Maret 2025.
“Yang bikin kami bangga, brand-nya tetap menyebut nama Jember. Kami ingin orang luar tahu, ini produk dari Jember,” kata Sakti.
Tidak berhenti di situ. Mei lalu mereka juga merilis spul pengapian berbahan kawat hellenic dari Jerman, dijual seharga Rp 200 ribu.
Seperti produk lainnya, semuanya lahir dari riset dan uji coba lapangan yang ketat.
Soal pemasaran, Sakti memilih jalur digital.
Sebagai praktisi pemasaran digital, dia membangun reputasi lewat media sosial, forum komunitas vespa, dan toko daring.
“Dari gang kecil ini, yang bisa kami andalkan untuk menjangkau dunia ya cuma satu, digital. Tapi, kuncinya bukan sekadar online, produknya harus benar-benar bagus dan punya cerita,” ujarnya.
Storytelling menjadi bagian dari strategi, knalpot dan CDI bukan sekadar komponen mesin.
Menurut sakti, itu adalah simbol semangat lokal.
Semangat anak muda Jember yang tidak menyerah, yang terus belajar dan mencoba menembus batas. (yul/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh