Dijual! 75 Tahun Bertahan, Kedai Es Krim Legendaris Domino di Jember Kini Cari Pemilik Baru
Mega Silvia RJ• Selasa, 24 Juni 2025 | 17:56 WIB
DIJUAL: Tulisan
Radar Jember – Di balik cita rasa klasiknya yang melegenda selama puluhan tahun, kabar mengejutkan datang dari Kafe dan Es Krim Domino, kedai es krim legendaris di Jember
Kedai ini kini ditawarkan untuk dijual, lengkap dengan bangunan, resep, dan manajemennya.
Meski begitu, kedai es krim klasik ini tetap ramai pengunjung dan jadi ikon kuliner Jember sejak masa orde lama.
Menikmati es krim Domino seperti menjelajah waktu. Setiap gigitan menyimpan sejarah panjang selama lebih dari 75 tahun.
Rasanya tak berubah, begitu juga dengan tampilannya. Es krim potong dengan nuansa klasik ini tetap mempertahankan otentisitas sejak pertama kali dibuat.
Berdiri Sejak 1950, Diresmikan dengan Nama Domino pada 1965
Kafe dan Es Krim Domino mulai dirintis pada tahun 1950 oleh Un Hwa Nio, warga keturunan Belanda-Tionghoa yang tinggal di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Lokasi kedai es krim Domino berada di deretan ruko tua di Jalan Raya Sultan Agung, Kepatihan, Kaliwates. Di samping gang Dahlok.
Jaraknya hanya seratus meter menuju Alun-alun Jember.
Nama Domino baru digunakan pada tahun 1965. “Karena dulu owner-nya penjudi, kartu domino, berat, sampai jadi ide nama,” ungkap Kusinten, tangan kanan pemilik yang telah ikut membuat es krim Domino sejak 1998.
BIKIN NGILER: Berbagai menu Es Krim Domino varian es krim batang yang merupakan menu klasik sejak orde lama. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
Keunggulan es krim Domino adalah penggunaan bahan alami dan tanpa pengawet.
“Bahan baku kami pakai susu sapi murni dari peternak lokal, gula, dan telur,” kata Minten, sapaan akrab Kusinten saat mengawal proses pembuatan es krim Domino di kedai.
Untuk rasa buah, mereka juga menggunakan buah asli, tanpa esens. Setiap menunya diolah dengan bahan asli, tak sekadar topping.
Menu favorit pelanggan adalah es krim durian, yang tetap tersedia meski musim durian telah berlalu.
Es krim Domino menawarkan beragam rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Mulai dari rum raisin, durian, kelengkeng, fruit cocktail, chocolate nougat, chocolate wafer, tutti frutti, hingga rainbow dengan 15 rasa dalam satu batang.
Rasa kelengkeng, misalnya, terasa seperti memakan buah aslinya. Tak ada rasa serik yang tersisa di tenggorokan, memperkuat kesan alami dari produk ini.
Sudah Dikelola Generasi Kedua dan Miliki Cabang
Kini, usaha ini telah diwariskan ke generasi kedua. Kualitas tetap dijaga, tanpa perubahan pada bahan dan rasa utama.
Cabang baru bahkan telah dibuka di kawasan Jalan Trunojoyo atau di depan Golden Maeket Jember.
Selain es krim, pengunjung juga bisa menikmati camilan dan makanan berat seperti pangsit goreng, lumpia, mie sapi lada hitam, kwetiau, rawon, hingga nasi goreng.
Merambah Pasar Luar Jember
Tak hanya di Jember, es krim Domino juga telah memperluas pasarnya ke kota-kota besar lain seperti Surabaya, Bali, dan Banyuwangi.
Biasanya, pengiriman dilalukan seminggu dua sampai tiga kali.
"Sekali kirim biasanya 500 potong,", sebut perempuan 56 tahun asal Desa Suci, Panti itu.
Ini membuktikan bahwa cita rasa klasik tetap mampu bersaing dengan produk-produk kekinian.
Dijual Rp 3 Miliar
Seluruh bangunan, isi, hingga resep warisan Kafe dan Es Krim Domino kini ditawarkan dengan harga Rp 3 miliar. “Harga Rp 3 miliar,” ujar Minten.
Sebuah banner bertuliskan "DIJUAL" terpampang jelas di depan pintu masuk toko, menyiratkan perubahan besar yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.
Padahal, Es Krim Domino pernah penghargaan dari Pemkab Jember sebagai kuliner legendaris asli Jember. (sil)