Radar Jember – Pelaksanaan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP untuk jalur domisili langsung diserbu calon peserta didik baru, kemarin (23/6/2025).
Sejumlah sekolah bahkan kebanjiran pendaftar sehingga melebihi sisa pagu yang tersedia.
Hal ini terjadi di sejumlah SMPN yang ada di kawasan Jember kota.
Antusiasme pendaftaran tahap dua ini juga terjadi di sejumlah sekolah negeri pinggiran.
Namun, belum diketahui pasti apakah melampaui pagi atau masih kurang.
Kepala SMPN 4 Jember Surawi mengungkapkan, jumlah pendaftar pada hari pertama sudah melampaui sisa kuota yang tersedia.
“Sisa pagu sekitar 90-an. Tapi baru di hari pertama ini, jumlah yang datang langsung ke sekolah sudah lebih dari 100 siswa,” ujarnya.
Dijelaskan, pada jalur domisili ini, setiap siswa memiliki kesempatan untuk memilih hingga tiga sekolah sekaligus.
Ini yang menyebabkan lonjakan pendaftar tak hanya datang dari pilihan pertama, tapi juga dari pilihan kedua dan ketiga.
“Kalau dilihat dari sistem, jumlah siswa yang memilih SMPN 4 Jember sebagai pilihan kedua atau ketiga sudah lebih dari 200 calon murid baru,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Humas SMPN 2 Jember Taufiqurrohman.
Ia mengatakan, pendaftar pada tahap kedua ini lebih membeludak dibandingkan tahap pertama.
Banyak juga siswa yang sebelumnya tidak diterima di tahap pertama, mencoba peruntungan di jalur domisili ini.
Menurutnya, padatnya pendaftar tahun ini juga dipengaruhi oleh tingginya angka kelulusan siswa SD.
Dibandingkan tahun lalu, jumlah lulusan yang mendaftar ke jenjang SMP meningkat signifikan.
“Tahap domisili ini menjadi kewenangan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember dalam proses seleksinya. Sistem akan memverifikasi berkas dan mengecek jarak domisili secara otomatis,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Tulus Wijayanto membenarkan tingginya antusiasme pendaftar tidak hanya di sekolah-sekolah perkotaan.
Tapi, juga merata hingga ke wilayah pinggiran.
“Ini menjadi tahap terakhir untuk siswa melanjutkan pendidikan di SMPN. Kami imbau agar orang tua dan calon siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkapnya.
Dengan diberikannya tiga pilihan sekolah dalam satu kali pendaftaran, calon siswa memang diberikan keleluasaan yang lebih.
Namun, ia menyarankan agar pilihan sekolah tetap memperhatikan jarak dari tempat tinggal.
“Sekolah yang dekat dengan rumah tentu menjadi pilihan terbaik untuk memudahkan proses belajar mengajar ke depan,” imbuh Tulus.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di sejumlah sekolah menunjukkan bahwa sistem pendaftaran berjalan lancar meski sempat terjadi antrean dan sistem error di beberapa sekolah.
Petugas pendaftaran tetap siaga memberikan arahan.
Terutama bagi wali murid yang masih kebingungan mengisi formulir atau mengunggah dokumen ke sistem daring.
Tahapan SPMB jalur domisili ini akan berlangsung sampai 25 Juni mendatang.
Hasil seleksi akan diumumkan pada Senin (30/6), dan para siswa yang dinyatakan lolos bisa segera melakukan daftar ulang.
Seperti diketahui, SPMB di Jember tahun ini dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama telah rampung dilaksanakan dengan memanfaatkan jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dengan kuota maksimal 60 persen dari jumlah pagu setiap sekolah.
Sedangkan pada tahap kedua, jalur domisili dibuka dengan kuota minimal 40 persen.
Tulus menyebut, jumlah murid yang diterima pada tahap kedua bersifat fleksibel, bergantung pada hasil seleksi tahap pertama.
“Jika pada tahap pertama kuota 60 persen belum terpenuhi, sisa pagu tersebut akan dialihkan ke jalur domisili di tahap kedua ini,” ujarnya.
Tulus juga menambahkan, sistem seleksi jalur domisili memberi kesempatan lebih luas kepada calon peserta didik.
“Siswa bisa memilih hingga tiga sekolah sekaligus. Kami berharap para calon siswa dan orang tua benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak,” jelasnya.
Menurutnya, pemilihan sekolah perlu dipertimbangkan secara matang, baik dari sisi jarak domisili maupun kapasitas daya tampung.
Ini penting agar proses seleksi berjalan lebih efisien dan menghindari tumpukan pendaftar di sekolah-sekolah. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh