Radar Jember — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kepulangan para jemaah haji asal Kabupaten Jember yang tergabung dalam Kloter 31, 32, 33, 34, dan 35.
Setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, mereka akhirnya tiba kembali di kampung halaman masing-masing.
Disambut pelukan hangat keluarga yang telah lama merindukan kehadirannya.
Penyambutan terasa sangat emosional, khususnya bagi jemaah kloter 32 yang tiba di lokasi KBIHU Al Multazam, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.
Tangis bahagia pecah di antara para keluarga yang menunggu sejak pagi.
Suara takbir dan salawat menggema, mengiringi pelukan dan cium tangan yang sarat makna antara jemaah dengan anggota keluarga mereka.
Ketua Kloter 32, Faisol Abrori menjelaskan, rombongannya bertolak dari Bandara Internasional Madinah pada Jumat (20/6/2025) pukul 08.10 waktu Arab Saudi, dan tiba di Bandara Juanda, Surabaya, Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB.
“Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan sehat dan selamat. Setelah dari bandara, kami langsung menuju Asrama Haji Sukolilo, lalu berangkat ke Jember sekitar pukul 05.00 pagi,” ujarnya.
Setibanya di Jember pada pukul 11.30, para jemaah segera menuju ke lokasi masing-masing.
Termasuk ke KBIHU Al-Multazam yang menjadi salah satu titik penerimaan jemaah.
Di sinilah suasana haru makin terasa, saat keluarga dan kerabat menyambut penuh cinta.
Salah satu jemaah Kloter 32, Mahfit, tak kuasa menahan tangis saat menjejakkan kaki kembali di tanah kelahirannya.
“Saya sangat terharu. Perjalanan spiritual ini benar-benar luar biasa. Dan bisa kembali ke rumah dengan selamat, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya sambil memeluk adiknya.
Pihak KBIHU Al-Multazam telah menyiapkan penyambutan khusus untuk jemaah, termasuk tempat istirahat sementara.
Pimpinan KBIHU Al Multazam KHR Lutfi Ahmad menyampaikan rasa syukur atas kembalinya jemaah dengan selamat.
Serta berharap para jemaah dapat menjadi teladan di masyarakat sepulang dari Tanah Suci.
Kepulangan jemaah haji ini bukan hanya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga.
Namun, juga menjadi peristiwa religius yang menginspirasi warga sekitar.
Semangat kebersamaan dan spiritualitas yang terpancar dari wajah para jemaah menjadi pengingat bagi semua tentang kekuatan iman dan makna dari sebuah perjalanan suci. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh