Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bumil di Sumbersari Jember Tak Perlu Panik! Program “Sari Rapet” Siap Jemput Bola, Cek Kehamilan Lengkap di Rumah

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 23 Juni 2025 | 14:30 WIB
JEMPUT BOLA: Tim Sari Rapet Puskesmas Sumbersari kumpul bersama ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin di wilayah Sumbersari.
JEMPUT BOLA: Tim Sari Rapet Puskesmas Sumbersari kumpul bersama ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin di wilayah Sumbersari.

Radar Jember - Puskesmas Sumbersari merupakan satu di antara puluhan puskesmas yang terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi (AKIB).

Setiap puskesmas memiliki program masing-masing agar AKIB dapat dicegah dan tidak naik.

Salah satu program inovatif yang di jalankan di Puskesmas Sumbersari yakni program Sumbersari Pemeriksaan dan Pemantauan Ibu Mobile Terpadu (Sari Rapet).

Melalui program ini, tim kesehatan mendatangi langsung ibu hamil (bumil) yang kesulitan mengakses puskesmas.

Kepala Puskesmas Sumbersari dr Dian Alfiyatul menyampaikan, program ini menyasar setidaknya lima kelurahan di Kecamatan Sumbersari.

Layanan dilakukan di posyandu atau pustu dengan menghadirkan dokter umum untuk USG, dokter gigi, ahli gizi, bidan, dan analis laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif untuk mendeteksi risiko sejak dini.

“Ibu hamil minimal harus periksa enam kali selama kehamilan, termasuk USG di trimester awal dan akhir. Jika tak bisa datang, kami yang datangi,” katanya.

Dengan konsep jemput bola ini, ibu hamil bisa mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh atau holistik.

Pemeriksaan meliputi pemantauan kondisi janin, kesehatan gigi, status gizi, hingga kadar hemoglobin yang menjadi indikator penting dalam kehamilan.

“Biasanya ibu hamil dengan tekanan darah tinggi juga perlu konsultasi dengan ahli gizi, agar tetap bisa menjalani kehamilan dengan asupan nutrisi yang cukup,” tambahnya.

Selain Sari Rapet, Puskesmas Sumbersari juga mengadakan kelas ibu hamil, pembagian tablet tambah darah, serta kunjungan bagi ibu dengan risiko tinggi.

Pemeriksaan gizi dan hemoglobin juga rutin dilakukan agar ibu hamil tetap sehat hingga persalinan.

Dian menekankan pentingnya dukungan keluarga agar ibu hamil tidak merasa sendiri.

“Ibu hamil perlu pendampingan, baik secara fisik maupun emosional. Dukungan keluarga itu kunci,” katanya.

Dia menambahkan, penanganan AKI dan AKB bukan hanya tugas bidan atau puskesmas.

“Kami butuh kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah dan lintas sektor. Pencegahan bisa berhasil kalau semua bergerak bersama,” pungkasnya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #USG #Stunting #AKI/AKB