Radar Jember – Kejuaraan tenis bergengsi antarprofesor se-Indonesia selesai digelar di Jakarta.
Dua guru besar dari Universitas Jember (Unej), Prof Soetriono dan Prof Tri Chandra Setiawati, sukses membawa dua medali perak dalam ajang Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI) ke-9 yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut.
Kompetisi khusus ini hanya boleh diikuti oleh profesor aktif dari berbagai perguruan tinggi.
Tahun ini, ATPI diikuti oleh 120 guru besar dari 39 perguruan tinggi se-Indonesia.
Sementara, perwakilan dari Jember ada Prof Soetriono dari Fakultas Pertanian Unej dan Prof Tri Chandra Setiawati, guru besar perempuan yang juga dari Fakultas Pertanian Unej.
Prof Tri, sapaan Soetriono, tampil di dua nomor, yakni ganda putra dan ganda campuran.
Prof Chandra turun di nomor tunggal putri dan di nomor ganda campuran berpasangan dengan Prof Tri.
Hasilnya membanggakan. Jember sukses membawa pulang dua medali perak.
Satu dari nomor ganda putra dan ganda campuran.
“Kalau antardosen biasa. Kami masih bisa bersaing dengan banyak perguruan tinggi. Tapi, kalau antarprofesor, Unesa dan UNY masih yang paling sulit dikalahkan,” ujar Prof Tri saat dihubungi, kemarin.
Bertanding di nomor ganda putra, Prof Tri berduet dengan Prof Wayan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Di final, mereka kalah dari UNJ.
Sementara itu, di nomor ganda campuran, Prof Soetriono dan Prof Chandra masuk final.
Namun, mereka harus menyerah dari pasangan tuan rumah, UNJ.
Menurut Soetriono, event ini lebih dari sekadar kompetisi olahraga.
Sebab, ATPI juga menggelar FGD bertema peningkatan kinerja guru besar di bidang olahraga.
FGD ini menghadirkan pemateri dari Pelti Pusat serta Wamenkumham. (yul/kin)
Editor : Imron Hidayatullahh