Radar Jember - Dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB di tingkat SMP terdapat sejumlah jalur.
Salah satunya adalah jalur prestasi baik nonakademik maupun akademik seperti tahfiz.
Nah, hanya jalur ini saja yang butuh penyeleksian objektif, yaitu dengan tes uji hafalan ayat-ayat Alquran.
Humas SMPN 2 Jember Taufiqurrohman menyebutkan, pada tahap pertama kemarin yang meliputi jalur afirmasi, prestasi dan mutasi hanya ada satu jalur yang harus diberlakukan dengan uji tes masuk.
Khususnya pada jalur prestasi tahfiz, para calon murid baru selain dinilai dari sertifikat capaian hafalannya, mereka juga diuji langsung.
Selain jalur prestasi tahfiz, tak ada tes masuk selama pendaftaran SPMB SMP tahun ini.
Ia menyebut, penilaian seleksi dilihat dari berkas yang diserahkan saat pendaftaran, mulai dari sertifikat prestasi, berkas jalur afirmasi surat keterangan tidak mampu dan lainnya.
“Untuk tahfiz kemarin diuji khusus untuk mengetes kemampuan dalam melafalkan ayat Alquran dan kemampuan menghafal,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dispendik Jember Tulus Wijayanto mengatakan, SPMB untuk tahap pertama, proses penyeleksian sepenuhnya menjadi hak satuan pendidikan.
Namun, dalam prosesnya diharapkan dapat dilaksanakan secara objektif mungkin, sehingga murid yang diterima sesuai dengan kriteria keinginan sekolah.
Salah satunya seperti pada jalur prestasi.
Dalam jalur ini terdapat beberapa sub, di antaranya prestasi akademik, nonakademik, dan tahfiz.
Sementara, untuk jalur tahfiz penyeleksiannya sepertinya tidak cukup hanya dengan bukti lembaran surat pernyataan, melainkan bisa dilakukan uji tes kemampuan untuk mempermudah seleksi.
“Yang terpenting proses seleksinya harus objektif dan sesuai dengan kemampuan,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada tahap pertama kemarin satuan lembaga pendidikan maksimal menerima 60 persen dari jumlah kuota pagu yang dimiliki oleh masing-masing sekolah.
Sisanya untuk tahap kedua yaitu jalur domisili.
Namun, jika pada tahap pertama sekolah belum memenuhi 60 persen dari jumlah pagu, makan kuota pendaftar dilimpahkan pada tahap kedua nanti. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh