Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hilang Dicuri dan Rusak, Jalur Gumitir Jember Kini Nyaris Tanpa Rambu dan Cermin Pengaman

Jumai RJ • Rabu, 18 Juni 2025 | 14:00 WIB
MASIH TERSISA: Ratusan rambu lalu lintas yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Jember di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo hanya tersisa satu ini saja yang jelas.
MASIH TERSISA: Ratusan rambu lalu lintas yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Jember di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo hanya tersisa satu ini saja yang jelas.

Radar Jember – Ini bagian dari wajah Jember dan Indonesia.

Ada alat pendeteksi gempa dan tsunami hilang karena dicuri.

Ada lampu penerangan jalan umum (PJU), raib karena disikat.

Ada pula rambu-rambu lalu lintas yang habis karena rusak dan tak sedikit yang diambil orang.

Pemandangan fasilitas rambu lalu lintas (lalin) yang banyak hilang ini bisa ditemukan di Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Di sepanjang jalan dengan jumlah 61 tikungan tajam ini bisa dibilang tiada rambu lalinnya, habis.

Ada yang ditabrak saat terjadi kecelakaan, ada yang rusak, dan ada yang dicuri.

Jumlah rambu lalin yang dulunya cukup banyak itu sekarang bisa dihitung dengan jari.

Bahkan, hanya tersisa satu rambu yang terlihat jelas bahwa itu rambu rawan longsor.

Sementara, rambu lain seperti rambu petunjuk arah kanan atau belok kiri, rambu jalan menurun dan menanjak, sudah raib.

Bahkan ada rambu rawan longsor yang dipasang setelah stasiun TVRI, hanya tinggal tiangnya.

Rambunya hilang, bagian bawahnya dipotong menggunakan gergaji.

Sementara, rambu yang hilang hanya diambil papannya saja, karena cukup mudah dilepas, yaitu dengan membuka baut dan mur.

Keberadaan rambu yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) itu cukup penting.

Apalagi, yang melintas di Gumitir bukan hanya warga yang setiap hari melintas.

Jalur ini merupakan satu-satunya jalur lintas selatan Jawa–Bali yang ada saat ini.

Dengan begitu, selama 24 jam Jalur Gumitir tetap dilintasi banyak pengendara.

Bisa dibilang, jalur yang tak pernah tidur, sekalipun lokasinya di pegunungan.

Hasan, warga yang saat itu mampir ngopi sempat berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Jember.

Setelah dia tahu bahwa hampir tidak ada rambu lalu lintas di Gumitir, dia pun baru sadar.

Betapa bahayanya bagi warga yang jarang atau tidak pernah lewat jalan ini.

“Saya baru sadar, Jalur Gumitir sepanjang ini tidak ada rambu-rambu lalu lintasnya,” ucap Hasan yang beristirahat di kawasan Gumitir.

Selain itu, Kusnadi, warga setempat, juga mengaku heran.

Beberapa waktu lalu, banyak rambu lalin yang dipasang di Jalur Gumitir itu.

Namun, saat ini sudah banyak yang hilang dan sukar untuk menemui rambu lalin.

“Rambu dari kaca cermin yang dipasang di beberapa tikungan juga hilang. Saya juga baru sadar,” ulasnya.

Keberadaan rambu itu sangat penting bagi semua pengendara, terutama saat malam hari, karena pandangan mata lebih terbatas. (jum/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #cermin cembung #Dishub Jember #Jalur Gumitir #dinas perhubungan #Hilang dicuri #rambu lalin