Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sudah Hampir Sebulan Tak Ditemukan, Kronologi Siswa SMK di Jember Hilang Misterius Dipertanyakan

M Adhi Surya • Senin, 16 Juni 2025 | 21:34 WIB

 

CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

BANGSALSARI, Radar Jember — Sudah hampir sebulan sejak Badrus Sholeh, 17, siswa SMK Kelautan dan Perikanan Puger, Jember, Jawa Timur, dinyatakan hilang secara misterius saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di atas kapal milik PT Pancuran Samudra Nusantara.

Hingga Minggu (15/6), keberadaan remaja asal Kecamatan Bangsalsari itu belum juga ditemukan. Badrus dilaporkan hilang pada Minggu dini hari (18/5) di perairan Masalembu, wilayah Sumenep, Madura.

Kehilangan Badrus meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Sang ibu, Nurhasanah, tak kuasa menahan tangis setiap kali mengingat putra sulungnya yang hingga kini belum ada kabar. “Saya hanya ingin anak saya ditemukan, dalam keadaan apapun,” ungkapnya.

Sepekan setelah kejadian, pihak keluarga bersama perwakilan sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember mendatangi tempat magang Badrus untuk meminta kejelasan.

Namun, pihak perusahaan hanya menyampaikan bahwa proses pencarian masih berlangsung, tanpa menunjukkan dokumen resmi dari pihak berwenang.

“Saya cuma ditunjukkan video pencarian, tapi anehnya tidak ada tim resmi atau tanda pencarian dari instansi terkait,” tambah Nurhasanah.

Kekecewaan keluarga semakin dalam setelah mengetahui bahwa kapal tempat Badrus terakhir terlihat justru masih terus beroperasi.

Mereka mendesak agar kapal tersebut segera ditarik ke daratan untuk diperiksa lebih lanjut serta dimintai keterangan soal kronologi hilangnya Badrus.

Merespons tuntutan keluarga, pihak perusahaan menyatakan akan menarik kapal ke perairan Juwana, Pati, dalam waktu empat hari.

Namun, hingga pertengahan Juni, kapal yang dimaksud tak kunjung bersandar.

“Saya sudah dijanjikan sejak awal bulan, tapi selalu mundur, dari tanggal 1, 10, hingga 15 Juni, katanya karena cuaca,” tutur Nurhasanah.

Di sisi lain, Kepala SMK Kelautan dan Perikanan Puger, Kuntjoro Basuki, menyatakan pihak sekolah turut bertanggung jawab dalam upaya pencarian siswanya.

Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan siswa selama PKL sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Kami tidak tinggal diam. Kami terus mengawal proses ini dan akan meminta pertanggungjawaban PT Pancuran Samudra Nusantara atas hilangnya Badrus,” jelasnya.

Kasus ini pun menuai perhatian, yang mempertanyakan prosedur keselamatan peserta PKL di sektor kelautan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan pencarian maupun status hukum atas hilangnya siswa tersebut. Keluarga berharap pemerintah turun tangan agar pencarian dilakukan secara terbuka dan menyeluruh. (dhi/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #masalembu