Radar Jember – Duka mendalam menyelimuti warga Nahdliyin di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Jember.
Wakil Ketua PWNU Jatim KH Taufik Hasyim meninggal dunia dalam kecelakaan, Jumat (13/6/2025).
Korban yang juga Ketua PCNU Pamekasan dan Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum meninggal bersama istrinya, Nyai Amiratul Nawaddah.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi tepatnya di KM 835.600 A Tol Pasuruan-Probolinggo.
Mobil Toyota Innova Zenix yang ditumpangi Kiai Taufik bersama rombongan menabrak bagian belakang truk Mitsubishi yang tengah berhenti di lajur lambat.
Kecelakaan itu menyebabkan Kiai Taufik dan istrinya meninggal dunia di tempat.
Paman Kiai Taufik, KH Muhammad Husni, mengungkapkan, almarhum dan keluarga saat itu dalam perjalanan kembali ke Jember seusai menghadiri acara tahlilan 40 hari wafatnya neneknya di Madura.
“Neneknya, almarhumah Nyai Farida, di Madura tempo hari wafat. Akhirnya Taufik bersama sang istri pulang ke Madura menghadiri acara 40 harinya,” jelasnya kepada awak media.
Namun, malang tak dapat ditolak, saat kembali ke Jember, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hebat.
Diduga sopir mobil mengalami microsleep atau tertidur sejenak sehingga kehilangan kendali yang menyebabkan mobil menabrak truk.
Selain KH Taufik dan istri, mobil tersebut juga ditumpangi oleh sopir, Moh. Sholehuddin, serta tiga penumpang lainnya, yakni Moh Syakir, 7; Muhammad Ali, 4; dan Siti Sulaiha, 21.
Moh Syakir mengalami luka ringan, sementara Muhammad Ali dan Siti Sulaiha dilaporkan selamat tanpa luka.
Sopir mobil, Moh. Sholehuddin, mengalami luka berat dan kini dirawat intensif.
Kepolisian Jalan Raya Pasuruan menyatakan, kecelakaan diduga kuat akibat kelalaian pengemudi yang mengantuk saat berkendara.
Mobil Innova Zenix yang melaju dari arah Pasuruan ke Probolinggo itu menabrak truk yang tengah berhenti, sehingga benturan tak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan mobil.
Jenazah KH Taufik Hasyim dan Nyai Amiratul Nawaddah tiba di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Kaliglagah, Sabtu (14/6/2025).
Ribuan santri, tokoh agama, dan masyarakat memadati kompleks pesantren untuk mengiringi kepulangan dua tokoh yang dikenal luas akan keteladanannya dalam membimbing umat.
Kepergian KH Taufik dan istrinya meninggalkan duka mendalam.
Tidak hanya bagi keluarga besar pondok pesantren dan warga NU di Jember dan Pamekasan, tetapi juga bagi masyarakat Madura dan sekitarnya.
Semasa hidup, KH Taufik dikenal sebagai ulama karismatik yang aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, serta sosial keagamaan.
“Sebelum Kiai Taufik ke Madura, sempat mengisi ceramah di sekitar pondok,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh