Radar Jember - Bisa jadi, tak akan butuh lagi minyak bumi untuk alat transportasi dalam kota maupun antarkota.
Bagaimana tidak, sepeda dan sepeda motor listrik kini terus merambah hingga perdesaan.
Penggunaan sepeda maupun motor listrik saat ini tak sekadar menjadi alternatif di tengah masyarakat.
Bahkan sudah mulai menjadi tren pemakaian sehari-hari.
Tiap kali melintasi jalanan kota, ada saja orang yang mengendarai motor bahkan sepeda listrik.
Di kompleks-kompleks atau gang perumahan hingga desa, melihat sepeda listrik sejak tahun kemarin bukan lagi hal asing.
Keberadaannya sudah menjamur dan pemakainya umum.
Meski sumber daya utamanya sama-sama baterai, antara motor dan sepeda listrik memiliki sejumlah perbedaan.
Dari daya, kecepatan, hingga surat-surat lengkap yang harus dimiliki penggunanya.
Debi Dwi Novan, pegawai dealer Masa Premium di Jalan A Yani, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, mengatakan, keduanya tak memiliki banyak perbedaan.
Mulai dari jenis mesin, tampilan fisik, beban maksimum, kecepatan, hingga jarak tempuhnya.
Sepeda listrik bisa menanggung beban maksimum 150 sampai 200 kilogram, bergantung pada jenis atau merk.
Pada motor listrik maksimum beban yang bisa dibawa hingga 300 kilogram.
Dari segi kecepatan, motor listrik tentu jauh lebih bisa diandalkan dan dengan jarak tempuh lebih jauh.
Kecepatan maksimum antara 60 sampai 100 kilometer per jam. Dengan jarak tempuh maksimal yang sama.
"Kalau sepeda listrik maksimal jarak tempuhnya 40 kilometer dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (14/6/2025).
Jika digambarkan, dari kondisi baterai seratus persen sampai nol, motor listrik bisa melaju dari Alun-Alun Jember sampai Kota Probolinggo.
Sementara, sepeda listrik hanya bisa sampai ke Pantai Watu Ulo.
Menurut Debi, motor atau sepeda listrik tidak memerlukan biaya servis rutin.
Hanya menyiapkan biaya penggantian baterai jika rusak.
Masa penggunaan baterainya berbeda, bergantung pada jenisnya.
Baterai sealed lead acid (SLA) bisa tahan tiga sampai empat tahun.
Ada pula lithium-ion yang bisa lima sampai enam tahun.
"Gak perlu servis, yang penting pengecasan, jangan sampai habis atau kelamaan," saran pemuda 26 tahun itu.
Daya charge baterai bermacam-macam, 100 sampai 200 watt untuk sepeda.
Mode fast charging untuk motor juga tersedia, 300 sampai 1.000 watt.
"Butuh waktu lima sampai enam jam untuk charge sepeda listrik dan delapan sampai sepuluh jam untuk motor," kata pria asal Desa Pancakarya, Ajung, itu.
Ada fitur keamanan yang dimiliki motor listrik, seperti motor berbahan bakar, ada alarm dan remot yang biasanya diberikan bersama kontaknya.
Hal yang berbeda, sistem keamanannya bisa memakai fitur near field communication (NFC) memakai smartphone atau memakai kunci khusus yang ditempelkan pada bagian motor.
Berbeda dengan sepeda, pemakaian motor listrik pun punya aturan sama dengan motor biasanya.
Di atas kecepatan 60 kilometer per jam wajib ada BPKB dan STNK.
"Bisa membuat lewat dealer atau langsung ke samsat," ulasnya. (sil/c2/nur)
SEPEDA LISTRIK:
- Beban maksimum 150 sampai 200 kilogram.
- Kecepatan maksimum 40 kilometer per jam.
- Kekuatan baterai seratus persen sampai nol, bisa menempuh jarak maksimal 40 kilometer atau dari Alun-Alun Jember Alun-alun ke Watu Ulo.
- Tidak wajib STNK dan BPKB.
SEPEDA MOTOR LISTRIK:
- Beban maksimum 300 kilogram.
- Kecepatan maksimum 60 sampai 100 kilometer per jam.
- Kekuatan baterai seratus persen sampai nol, bisa menempuh 100 KM atau dari Alun-alun Jember sampai Kota Probolinggo.
- Wajib STNK dan BPKB.
Editor : Imron Hidayatullahh