Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perdana Terjadi! Mesin Jukung dan Jaring Milik Nelayan Puger Jember Raib, Begini Ceritanya

Jumai RJ • Jumat, 13 Juni 2025 | 14:15 WIB
HILANG: Mesin jukung jenis speed milik Suhar, warga Dusun Ledok’an, Desa Mojosari, raib di Sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)
HILANG: Mesin jukung jenis speed milik Suhar, warga Dusun Ledok’an, Desa Mojosari, raib di Sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Kasus pencurian mesin dan jaring pada jukung yang terjadi Sungai Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, patut menjadi peringatan bagi seluruh nelayan.

Bagaimana tidak, kemarin diduga terjadi tindak pidana pencurian pada jukung yang sedang disandarkan.

Jukung jenis speed yang dinamai SALMA milik Suhar, 40, warga Dusun Ledok'an, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, jadi sasaran pencurian.

Saat ditemukan, jukung tersebut sudah pindah lokasi, dengan jarak sekitar 500 meter dari tempat disandarkannya.

Saat itu, jukung dengan mesin ganda itu diketahui satu mesinnya raib.

Jaring ikan di jukung tersebut juga hilang dimaling.

Sementara, satu mesin masih aman dan tetap ada di jukung.

Suhar, sang pemilik jukung, menyebut, jukungnya disandarkan di babakan Matanjar, 30, di Sungai Besini.

Sementara, kasus pencuriannya baru diketahui pada pukul 06.30, Kamis (12/6/2025).

Itu pun setelah ada yang memberi tahu bahwa jukungnya yang biasa bersandar di babakan Matanjar tidak ada di lokasi.

"Saya juga tidak mengira kalau jukung milik Suhar yang diparkir di sungai dekat warung saya hilang. Saya kira jukung tidak ada itu karena pemiliknya melaut," kata Matanjar.

Matanjar mengaku hendak mencari rumput, sambil melihat jukung milik anaknya.

Namun, warga menyebut Suhar libur melaut.

Kasus hilangnya jukung dari tempat parkir itu kemudian disampaikan kepada korban.

"Tali tampar jukung sudah dipotong oleh pelaku," kata Matanjar.

Dirinya mengaku sempat melihat jukung tersebut pada Rabu (11/6) malam sekitar pukul 22.00.

Lampu penerangan jukung juga masih menyala.

"Warung saya tutup di atas pukul 22.00 dan jukung masih terlihat ada di tempat biasanya. Di sekitar jukung, sebelum hilang, ada orang yang mancing," ucapnya.

Mengetahui jukung tidak ada di lokasi parkir, Suhar bersama puluhan nelayan dan warga setempat berusaha mencarinya.

Jukung kemudian ditemukan di Pulau Kalong, sekitar 500 meter dari tempat bersandarnya jukung.

“Satu mesin dan jaringnya hilang,” imbuhnya.

Warga sempat mencari mesin dan jaring yang hilang di sekitar tanaman tebu, tapi tak ditemukan.

Insiden ini pun patut diwaspadai karena hilangnya mesin jukung sangat jarang terjadi.

“Nelayan Puger baru sekarang ini kehilangan mesin jukung. Di sini ada ratusan jukung dan perahu yang diparkir disepanjang Sungai Besini dan ditinggal pulang pemiliknya. Mungkin sudah ada yang tahu kalau jukung masih lengkap dengan dua mesin sudah ditinggal pulang. Semua nelayan harus hati-hati agar tidak ada kejadian lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Suhar mengaku sudah biasa memarkir jukungnya di babakan dekat warung Matanjar.

Selain itu, dia sudah sepekan terakhir tidak melaut karena angin kencang dan ombak besar.

“Dua mesin memang tidak pernah dibawa pulang dan dibiarkan menempel di atas jukung,” katanya.

Akibat hilangnya satu mesin jukung dan jaring ikan, korban mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

Atas insiden ini, warga pun harus lebih waspada.

“Hilangnya mesin dan jaring milik nelayan ini baru pertama kali di Puger,” kata Sukadi, nelayan lain asal Desa Mojosari, Kecamatan Puger. (jum/c2/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Mesin Jukung Raib #Nelayan Puger