Radar Jember - Bahasa Arab bukan sekadar pelajaran, tapi jalan bagi Ahmad Harisun Nafi’, santri kelas X MIPA MA Unggulan Nuris Jember, menjemput impian.
Dari lantunan pidato, dia mengharumkan nama Nuris ke kancah nasional.
Haris sukses menyabet juara dua dalam ajang National Arabic Competition (NAC) yang digelar STIKES Banyuwangi, Mei lalu.
Kompetisi yang menguji kemampuan bahasa Arab peserta dalam bentuk ujian tulis dan pidato itu mampu dilalui dengan gemilang oleh Haris.
Sejak kelas tiga MTs Unggulan Nuris, Haris memang sudah serius mendalami Bahasa Arab.
Ia bahkan pernah menjadi juara satu lomba pidato Arab tingkat eks Karesidenan Besuki.
“Saya lebih suka belajar bahasa Arab dengan langsung berbicara, biar terasa alami dan cepat nyambung,” ujar santri MA Unggulan Nuris itu.
Remaja asal Desa Semboro Kidul, Kecamatan Semboro, itu mengaku, MA Unggulan Nuris terus mendorong potensi santrinya lewat berbagai fasilitas dan pembinaan.
Dia juga memilih kamar khusus bahasa Arab di pesantren agar terbiasa dalam suasana bahasa.
Setiap hari, dia menargetkan hafal puluhan mufrodat baru dan menyetorkannya langsung kepada ustad pembimbing.
Aktif di ekstrakurikuler Arabic Conversation, Haris juga pernah meraih medali perak di olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional.
Ketekunannya berbuah manis lewat NAC, menjadi bukti bahwa pembinaan di Nuris membuahkan prestasi konkret.
“Saya ingin membuktikan ke teman-teman kalau kita juga bisa juara, asal sungguh-sungguh,” ucapnya mantap.
Haris juga sudah hafal beberapa kitab dasar seperti Aqidatul Awam, Imrithi, dan Tarbiyatul Sibyan sebagai bekal memahami teks-teks klasik.
Baginya, belajar bahasa Arab bukan hanya soal prestasi, tapi juga jalan memahami Alquran dan ilmu agama.
Cita-citanya tak main-main, menjadi guru Bahasa Arab sekaligus pengusaha.
Prestasi Haris menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember.
Dengan sistem pendidikan terpadu berbasis pesantren, MA Unggulan Nuris terus konsisten mengasah potensi siswa di berbagai bidang, termasuk Bahasa Arab.
Dukungan lingkungan belajar yang kondusif menjadikan Nuris sebagai tempat lahirnya generasi berprestasi. (sil/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh