Radar Jember - Kapolsek Umbulsari AKP Dian Eko Timuriyono nyaris menjadi korban pembacokan oleh tersangka Imam Nur Hakiki, 27.
Setelah menghabisi juragan dan ayahnya, serta membacok paman dan memukul istrinya, pelaku dikepung polisi di rumahnya.
Saat itu, kapolsek bersama sejumlah anggota, tim resmob, dan anggota koramil berusaha melakukan penangkapan.
Setelah laporan masuk ke Kanitreskrim, sehingga polisi bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP).
Saat melakukan negosiasi dengan tersangka untuk menyerahkan diri kepada petugas, tersangka Imam melakukan perlawanan terhadap petugas.
“Saya sempat melihat, mendatangi rumah tersangka, namun tersangka keluar dari rumahnya sambil marah-marah dan menyerang petugas sambil memegang celurit,” kata Dian.
Tersangka bukannya menyerahkan diri, justru menentang petugas sambil memegang celurit.
Saat itu, pelaku sempat mengejar kapolsek dan mengamuk kepada siapa saja yang mendekat ke rumahnya.
“Bahkan, ada anggota yang sempat memberikan tembakan peringatan. Namun, tersangka terus menyerang petugas,” kata Kapolsek Dian.
Karena menyerang petugas dengan celurit, akhirnya petugas melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki kanannya.
Tersangka yang sudah terkapar saat itu masih memegang celurit dan berusaha membacok petugas.
Baca Juga: Demi Anak, Ibu-Ibu Paling Sibuk Dibanding Para Ayah dalam SPMB di Jember
“Saya sempat merangkul tersangka setelah tersangka ini terkapar. Namun, masih berusaha akan membacok saya. Bahkan saat petugas memborgol tangannya juga sempat putus. Namun akhirnya berhasil dibekuk,” kata Kapolsek. (jum/c2/nur)
Baca Juga: Satu Atlet Road Race Jember Gagal Tampil di Porprov, Ini Sebabnya
Editor : Imron Hidayatullahh