Radar Jember – Setelah sempat tertunda akibat kendala teknis pendanaan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Bintoro akhirnya resmi bergulir.
Sebanyak 3.037 paket makanan didistribusikan kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Jember, kemarin (10/6/2025).
Owner Dapur Sehat Bintoro, Achmad Sudiyono, menyampaikan bahwa program MBG seharusnya mulai dilaksanakan sejak 19 Mei lalu.
Namun, pelaksanaannya tertunda karena adanya perubahan sistem pembayaran dari skema reimburse menjadi pembayaran di muka melalui virtual account (VA).
“BGN (Badan Gizi Nasional, Red) mengubah sistem pembiayaan,” katanya.
Ia menjelaskan, akses ke sistem VA baru terbuka pada Rabu pagi (21/5) pukul 05.25 WIB.
Setelah itu, proses penyaluran dana ke masing-masing yayasan mitra baru dapat dilakukan.
“Uang harus lebih dulu masuk ke rekening mitra melalui VA sebelum dapur bisa beroperasi. Walaupun SK operasionalnya berlaku sejak 19 Mei, tapi pelaksanaannya harus menunggu sampai teknis pencairan dana tuntas,” jelasnya.
Jumlah penerima MBG awalnya mencapai 3.916 siswa, namun berkurang menjadi 3.037 siswa—turun sekitar 900 orang.
Penyusutan ini disebabkan oleh kelulusan siswa, terutama di tingkat SMK.
“Yang paling banyak di SMKN 1 Jember, sekitar 1.200 siswa. Tapi karena kelas tiganya sudah lulus, otomatis berkurang,” tambahnya.
Menu MBG terdiri atas lauk-pauk, sayur, buah, dan susu kedelai madu.
Seluruhnya disusun dan diawasi oleh ahli gizi untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian siswa.
“Kami pastikan kualitas gizi tetap terjaga,” tegas Sudiyono.
Ia juga menegaskan bahwa pendistribusian tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, melainkan juga hingga ke pelosok.
SPPG telah menyiapkan enam kendaraan distribusi untuk menjangkau lembaga pendidikan di daerah terpencil.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, semua anak bangsa berhak menerima pelayanan yang sama. Termasuk siswa di pelosok Jember,” ujarnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh