Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Terbaru! Siswa Jember yang Hilang 29 Hari di Perairan Masalembu, Sang Ibu Hanya Bisa Meratapi Kesedihan

M Adhi Surya • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:05 WIB
CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

 

RAMBIPUJI, Radar Jember – Suasana duka dan kecemasan mendalam masih menyelimuti keluarga Badrus Sholeh, 17, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember.

Sudah lebih dari tiga minggu sejak Badrus dilaporkan hilang saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di PT Pancuran Samudra Nusantara Pati.

Kejadian tragis ini terjadi ketika ia tengah bertugas di atas kapal di Perairan Masalembu, Sumenep, Madura, pada 18 Mei lalu.

Hingga Senin (9/6), upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Ibunda Badrus, Nurhasanah tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Harapan untuk bisa bertemu kembali dengan sang anak masih menggantung, meskipun waktu terus berjalan.

“Saya gamau tau, pokoknya saya berharap bisa bertemu dengan anak saya,” ujarnya dengan suara bergetar kepada awak media. 

Ia mengaku terus berdoa agar ada keajaiban, dan Badrus dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Sejak kepergian Badrus, Nurhasanah mengaku kerap menatap layar ponselnya, melihat postingan terakhir sang anak di media sosial saat berada di atas kapal.

Momen terakhir komunikasi mereka terjadi pada 17 Mei, satu hari sebelum Badrus dilaporkan hilang.

“Dia banyak bercerita, lebih-lebih mengutarakan ketakutannya saat berada di tempat PKL,” kenangnya.

Sementara itu, Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Basuki menegaskan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk berkoordinasi dengan perusahaan tempat Badrus magang.

“Kami terus memantau informasi pencarian Badrus, untuk memastikan kronologi kehilangan yang misterius ini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah meminta pertanggungjawaban dari PT Pancuran Samudra Nusantara Pati selaku pihak yang menerima siswa PKL.

Menurutnya, tanggung jawab atas keselamatan siswa selama praktik kerja berada sepenuhnya di tangan perusahaan.

“Berdasarkan akta nota kerja sama, anak PKL itu sepenuhnya berada dalam tanggung jawab perusahaan,” tegasnya.

Pencarian intensif selama tujuh hari telah dilakukan oleh tim SAR gabungan, namun hasilnya nihil.

Operasi pencarian akhirnya dihentikan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.

Kabar ini tentu menambah duka mendalam bagi keluarga, yang masih berharap adanya kejelasan nasib Badrus.

Hingga kini, keluarga dan pihak sekolah masih menanti iktikad baik dari perusahaan dan otoritas terkait untuk melanjutkan pencarian atau sekurangnya memberikan kepastian informasi. (dhi/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #masalembu