Radar Jember - Meskipun para pemilik sudah diberi batas waktu untuk membongkar warung yang ada di Jalan Airlangga, Dusun Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji, hingga Selasa (3/6/2025) masih ada warung yang berdiri.
Bahkan, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim sudah memberi kelonggaran dari waktu yang semula ditentukan 31 Mei, menjadi 3 Juni 2025.
Akan tetapim ada yang tetap tak mau membongkar warungnya.
Sebagian besar pemilik warung memang melakukan pembongkaran dengan kesadaran masing-masing, setelah mendapat surat imbauan pada bulan April 2025 lalu.
Mulai pertengahan bulan Mei lalu sudah ada beberapa pemilik yang membongkar warungnya.
Ini harus dilakukan karena ada pelebaran jalan mulai dari Balung hingga simpang tiga lampu merah Rambipuji.
Di lokasi sekitar Jatian itum kemarin, sebagian kecil pedagang mengaku terpaksa membuka lapak seadanya di lahan Perhutani.
Sementara, pedagang lain entah ke mana.
Di sisi lain, ada warga yang belum sadar dan belum membongkar warungnya.
Miara, 50, warga Desa/Kecamatan Rambipuji mengaku terpaksa membuat lapak kecil setelah warungnya dibongkar.
“Saya sudah puluhan tahun menempati warung di pinggir jalan sekitar Perhutani. Saya juga menghormati surat edaran yang disampaikan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim,” katanya.
Surat edaran itu menurutnya diberikan Satpol PP.
Saat warungnya dibongkar, dia sempat menangis.
“Saya berpikir dapat dari mana kalau saya tidak berjualan lagi. Akhirnya saya membuat lapak agar bisa ditempati untuk jualan kopi dan mi rebus,” kata Miara, Jumat (6/6/2025).
Kini, dia hanya membuat lapak sederhana dengan ukuran 2 X 2 meter, dari sisa bongkaran warungnya.
Seperti terpal yang sudah kusam dan bambu bekas warungnya.
Ini dilakukan karena khawatir tidak boleh berjualan lagi di lokasi itu.
“Saya ini paling tertib, setelah batas waktu akhir harus dibongkar, saya bongkar. Karena masih ada yang belum dibongkar, terpaksa saya harus membuat lapak untuk mencari uang buat nafkah,” jelasnya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih ada warung permanen yang juga belum dibongkar.
Sehingga pemilik lainnya ikut bertahan tidak membongkar warungnya.
Sebagian pemilik warung dengan lapak ukuran kecil berjualan di lahan Perhutani sambil menunggu warung lain dibongkar total. (jum/c2/nur)
Baca Juga: UIN KHAS Jember Gandeng Media, Sebarkan Motivasi dan inspirasi
Editor : Imron Hidayatullahh