Radar Jember – Upaya membuka akses pendakian baru ke Gunung Argopuro melalui Kecamatan Panti mulai digarap serius oleh Pemkab Jember.
Inisiatif ini dinilai berpotensi besar mengangkat sektor pariwisata alam sekaligus mendukung pemerataan ekonomi masyarakat, bisa saja tidak terealisasi.
Sebab, anggaran yang telah disiapkan terkena dampak efisiensi.
Sayangnya, keinginan mewujudkannya tak dibarengi dengan kondisi anggaran.
DPRD Jember menyambut baik rencana tersebut.
Meski menyayangkan pemangkasan anggaran yang terjadi di tengah jalan.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan telah menerima pemaparan resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sejak pembahasan APBD mengenai rencana tersebut.
“Waktu pembahasan APBD 2025, Disparbud sudah menyampaikan rencana itu kepada kami,” ujarnya, belum lama ini.
Pada awalnya, DPRD telah menyetujui alokasi dana yang cukup untuk mendukung pembukaan jalur pendakian.
"Kami sempat anggarkan sekitar Rp 150 juta, kalau saya tidak salah ingat,” tutur anggota Fraksi PDIP itu.
Namun, saat dilakukan penyesuaian anggaran, maka sebagian besar dana yang dialokasikan terkena pemangkasan akibat efisiensi.
“Sayangnya, karena efisiensi, banyak anggaran yang hilang. Terutama untuk pembukaan jalur pendakian Gunung Argopuro,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Disparbud Jember Bambang Rudianto menyampaikan, Gunung Argopuro memiliki daya tarik tinggi di mata para pendaki.
Baca Juga: PNM Cabang Jember Kobarkan Semangat Pancasila dan “Beta Selalu Ada” di Momen HUT PNM ke-26
Jalur dari Jember disebut bisa menjadi alternatif yang lebih singkat dibandingkan jalur dari Situbondo atau Probolinggo.
Pendakian via Panti diperkirakan hanya memakan waktu dua hari satu malam untuk mencapai puncak.
Sementara, bila dari Situbondo memakan waktu tiga hari dua malam hingga tiga hari tiga malam.
Menurutnya, pembukaan jalur baru ini bukan semata untuk kepentingan wisata, tetapi juga menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Jika dijalankan dengan prinsip keberlanjutan, jalur pendakian Argopuro di Jember bisa menjadi magnet baru wisata pegunungan di Jawa Timur.
Dia optimistis destinasi ini bisa bersaing dengan Semeru dan Ijen jika dikelola secara profesional. (sil/c2/dwi)
Baca Juga: Alasan Bupati Jember Gus Fawait Pilih Avanza Ketimbang Pajero atau Alphard sebagai Mobil Dinasnya
Editor : Imron Hidayatullahh