SUMBERSARI, Radar Jember - Seorang pejabat, lebih-lebih kepala daerah, identik menggunakan kendaraan mobil dinas (Mobdin) yang mewah dan gagah. Dan tentu dengan harga yang cukup fantastis, melebihi harga mobdin pejabat di bawahnya.
Namun simbol kemewahan itu tampaknya tidak begitu diminati oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.
Alih-alih menggunakan tunggangan mewah, Gus Fawait, sapaan akrab dia, justru memilih tunggangan yang banyak berkeliaran mengaspal di jalan raya yakni mini bus Toyota Avanza.
"Anggaran mobil dinas bupati saya alihkan untuk menambah perbaikan jalan jalan yang rusak di Jember. Saya pakai Avanza saja, meski ada yang bilang pencitraan, yah gak apa-apa," kata Gus Fawait, saat menyerahkan 1.847 SK PPPK, Minggu (1/6/2025).
Gus Fawait menilai, kebijakan efisiensi yang kini diberlakukan untuk seluruh instansi pemerintahan bukan menghemat anggaran atau anggarannya disimpan. Namun dialihkan kepada program yang bersentuhan langsung kepada masyarakat.
Anggaran yang telah dialokasikan untuk pengadaan mobil dinas bupati yang baru tahun ini, mencapai RP 600 juta lebih. Cukup untuk sebuah mobil SUV premium yang gagah dan mentereng.
Namun ia merasa lebih nyaman dan pede menunggangi mobil dinas berjenis Low MPV seperti Toyota All New Avanza, tersebut.
Penolakan itu bukan tanpa alasan. Selain tak mau disematkan kesan mewah, ia merasa lebih dekat dengan masyarakat jika menunggangi mobil yang biasa memenuhi jalan raya tersebut.
"Mobil dinas bupati, saya sebenarnya bisa naik Pajero, atau Alphard, bisa pak, tapi tidak saya lakukan. Sama, bukan cuma bupati, semua OPD, jajaran OPD, juga kita batalkan, kami tambahkan untuk perbaikan jalan jalan rusak di Jember," tambah gus Fawait.
Editor : M. Ainul Budi