Radar Jember – Hujan lebat menyebabkan Kali Mayang, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu banjir.
Ini menyebabkan jembatan kayu jati dengan lebar 1,2 meter hancur, Sabtu (31/5/2025) malam.
Awalnya, hujan deras hampir merata di kawasan Kota maupun di pinggiran Jember.
Termasuk di wilayah Kecamatan Ambulu. Akibatnya, jembatan yang menghubungkan permukiman warga dan areal pertanian raib diterjang banjir lagi.
Sulaiman, 55, pemilik getek di desa itu mengaku baru tahu setelah dirinya datang ke lokasi jembatan, Minggu (1/6).
“Hari Sabtu (31/5) sore memang hujan besar. Saya tidak menyangka kalau jembatan menuju ke getek itu akan berantakan lagi diterjang Kali Mayang,” katanya.
Jembatan untuk yang menuju getek penyeberangan itu pun sudah berantakan.
“Sebelum diterjang banjir, jembatan jati ini bisa dilewati petani menuju getek. Jadi nariknya getek tidak terlalu jauh,” ucap Sulaiman kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian.
Jembatan kayu jati yang hilang terseret banjir itu panjangnya sekitar 50 meter, dengan lebar 1,2 meter.
Sebelumnya, jembatan itu juga pernah diterjang banjir karena hujan deras pada Kamis, 12 Desember 2024.
Saat itu, debit air sungai juga meningkat hingga di atas jembatan.
Kini jembatan jati itu hanya tersisa beberapa meter di bagian utara dan selatan, karena diterjang banjir Kini, tak ada lagi jembatan di tempat itu.
Meski begitu, sisa jembatan tetap difungsikan sebagai tempat bersandarnya getek.
“Getek diikat tali besar dan rantai besi, jadi tidak ikut hanyut,” tuturnya.
Dikatakan, debit air Kali Mayang meningkat akibat hujan deras di wilayah Mayang, Silo, dan di bagian hulu.
“Meskipun di wilayah Ambulu hujan deras, kalau di bagian utara tidak hujan, air di Kali Mayang yang mengarah ke Pantai Payangan ini tidak akan banjir,” ungkapnya. (jum/nur)
Baca Juga: Pastikan Gedung Pemerintah Layak dan Aman, Bupati Jember Gus Fawait Seriusi Legalitas Aset Pemda
Editor : Imron Hidayatullahh