Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

KMP di Desa Badean Jember Akan Fokus pada Potensi Lokal Komoditas Ini

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 2 Juni 2025 | 14:30 WIB
PEMBENTUKAN: Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dilakukan di Kantor Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, untuk membahas KMP. (PURNANTO)
PEMBENTUKAN: Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dilakukan di Kantor Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, untuk membahas KMP. (PURNANTO)

Radar Jember - Meski berlokasi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, Pemerintah Desa Badean rupanya tak ingin kalah cepat dalam mendukung program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP).

Desa Badean tak ingin tertinggal dalam mengembangkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi melalui koperasi.

Kepala Desa Badean Purnanto mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat begitu program KMP diluncurkan.

“Sejak awal, kami berkomitmen untuk turut serta membangun Koperasi Merah Putih di desa kami. Kami telah melakukan musyawarah pembentukan pengurus sejak April lalu. Semua tahapan dilakukan secara demokratis tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujarnya, Sabtu (1/6/2025).

Purnanto melanjutkan, musyawarah tersebut kemudian menghasilkan susunan pengurus KMP, yang mana seorang karyawan swasta atas nama Saiful Muklis didapuk sebagai ketua karena dianggap memiliki kapasitas yang dibutuhkan. “Beliau kami pilih karena memiliki komitmen dan visi bagaimana KMP ini kemudian akan berkembang,” katanya.

Saat ini, KMP Desa Badean memiliki tujuh orang pengurus yang terdiri atas ketua, wakil ketua bidang usaha, wakil ketua bidang anggota, sekretaris, bendahara, wakil sekretaris, serta anggota.

Menurut Purnanto, jumlah ini masih bisa bertambah seiring kebutuhan dan perkembangan koperasi.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap struktur pengurus, jika dibutuhkan tentu akan ada penambahan,” jelasnya.

Terkait jenis usaha yang akan dijalankan, pihak desa masih melakukan kajian dan diskusi lebih lanjut.

Namun, Purnanto mengungkapkan bahwa potensi kopi yang melimpah di wilayah Badean menjadi salah satu sektor yang paling memungkinkan untuk dikembangkan.

“Kami belum bisa memastikan jenis usaha yang akan dieksekusi, tapi mengingat potensi kopi di desa kami cukup besar, kemungkinan besar itu yang akan kami dorong. Tapi, tentu semua harus dibicarakan bersama,” ucapnya.

Soal permodalan, KMP Desa Badean telah mengumpulkan dana awal dari 19 anggota melalui simpanan pokok dan simpanan wajib.

Masing-masing anggota menyetor Rp 50 ribu untuk simpanan pokok dan Rp 25 ribu untuk simpanan wajib, sehingga total modal awal yang terkumpul mencapai Rp 1.425.000.

Mengenai rencana pinjaman ke bank, pihak desa masih belum menentukan nominalnya.

“Terkait rencana pinjaman ke bank, itu masih akan kami diskusikan. Nilainya tentu akan menyesuaikan dengan skala dan jenis usaha yang nanti akan kami jalankan,” pungkasnya. (yul/c2/nur)

 Baca Juga: Hampir Sehari Mensos Gus Ipul Ubek-ubek Jember, dari Senam Lansia, Salurkan Bantuan, hingga Resmikan Sekolah Rakyat

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #badean #kmp #Koperasi Merah Putih #komoditas kopi