Radar Jember - Tak banyak siswa yang tertarik mendalami bahasa Arab.
Sebab, mata pelajaran ini tidak masuk dalam kurikulum wajib seperti bahasa Inggris.
Namun, hal itu tak berlaku bagi Ina Yatul Maula.
Siswi kelas X di SMK Darur Rahmah ini justru menaruh minat besar dan kemampuan luar biasa dalam mempelajari bahasa Arab.
Menjadikannya sosok yang menonjol di tengah minimnya ketertarikan pelajar terhadap bahasa tersebut.
Ina menceritakan, ketertarikannya pada pelajaran bahasa Arab tumbuh saat dia memasuki bangku SMP.
Sebab, saat itulah dia diperkenalkan pada mata pelajaran bahasa Arab, bahasa yang hampir setiap hari dia baca namun tak pernah tahu artinya.
“SMP-nya di SMP Darur Rahmah, itu pertama kali saya belajar bahasa Arab. Sebelumnya sudah bisa baca tulisan Arab, hanya saja tidak mengerti artinya,” jelasnya.
Mempelajari bahasa yang menggunakan huruf Hijaiyah itu ternyata tak semudah yang Ina bayangkan.
Sama seperti mempelajari bahasa lain, Ina harus menghafal ribuan kosa kata.
Mulai dari kata kerja, kata sifat, kata benda, dan sebagainya.
Lebih sulit lagi, selain harus menghafal, seseorang yang ingin mempelajari bahasa Arab harus mampu memahami konteks kalimat.
Sebab, ada kalanya satu kata yang sama bisa memiliki dua arti yang berbeda.
“Misalnya kata ayan, bisa berarti mata (organ penglihatan, Red), bisa juga berarti mata air (sumber air yang memancar dari dalam tanah, Red) jadi harus memahami, tidak hanya menghafal kata per kata,” ujarnya.
Hal yang membuat siswa asal Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo, itu begitu tertarik mempelajari bahasa Arab adalah adanya lagu-laguan dalam mata pelajaran tersebut.
Sehingga menurutnya pelajaran bahasa Arab tidak membosankan.
Selain itu, dirinya juga antusias apabila ada materi praktik percakapan dalam bahasa Arab.
“Saya lumayan bisa memahami percakapan dalam bahasa Arab yang ada di film. Namun saya belum pernah mencoba mengobrol dengan orang Arab asli,” kata siswa jurusan Desain Komunikasi Visual itu.
Ina yang saat ini baru menginjak kelas X SMK juga menceritakan, baru-baru ini dia berhasil meraih juara dua dalam lomba bahasa Arab tingkat provinsi.
Hal itu merupakan prestasi yang cukup membanggakan baginya.
Terlebih itu merupakan kali pertamanya menyandang gelar juara.
“Saya pernah ikut lomba Pendidikan Agama Islam namun belum menang. Nah, beberapa bulan lalu saya ikut lomba namanya Olimpiade Nusantara, saya ikut kategori lomba Bahasa Arab. Alhamdulillah, juara dua dari 300-an peserta,” ucapnya bangga. (yul/c2/nur)
Baca Juga: Mbah Singo Lagi! Truk Tebu Terperosok di Jalan Miring Jalur Gumitir Jember
Editor : Imron Hidayatullahh