Radar Jember – Jember terpilih sebagai lokasi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2025 secara nasional oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Penunjukan Jember sebagai tuan rumah didasarkan pada data cakupan layanan sosial lansia tertinggi berada di Kota Suwar-Suwir ini.
“Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Jember memiliki jumlah lansia tertinggi dan penerima program permakanan terbanyak,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Suratna, dikutip dari laman Kemensos RI, Kamis (29/5/2025).
Menurut DTSEN, di Jember jumlah lansianya mencapai 415.353 jiwa.
Sebanyak 1.723 orang di antaranya tercatat sebagai penerima program permakanan lansia per April 2025.
Berdasar fakta ini, Jember menjadi wilayah prioritas dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia oleh pemerintah.
Peringatan HLUN Tahun 2025 mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”.
Tema ini menyampaikan pesan bahwa kesejahteraan suatu bangsa tak hanya diukur dari generasi mudanya.
Melainkan juga dari bagaimana negara memperlakukan para lansia—mereka yang telah berkontribusi sepanjang hidupnya.
Acara puncak HLUN akan berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Alun-Alun Jember.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi.
Dimeriahkan dengan gerak jalan santai lansia, senam masal, serta pelayanan kesehatan terpadu, yang mencakup pemeriksaan umum, fisioterapi, dan terapi kesehatan jiwa.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Beberapa Alasan Lansia Harus Rajin Cek Kesehatan Rutin
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dijadwalkan hadir untuk meninjau langsung berbagai layanan sosial.
Termasuk di antaranya layanan administrasi kependudukan dan pameran kreativitas lansia.
Selain acara utama, Kemensos juga akan melaksanakan Bakti Sosial Lansia secara serentak di berbagai daerah.
Bekerja sama dengan 31 sentra/sentra terpadu di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Kemensos.
Enam jenis layanan sosial akan diberikan secara langsung kepada ribuan lansia penerima manfaat di seluruh negeri.
Layanan tersebut meliputi:
- operasi katarak bagi 1.400 lansia di 32 kabupaten/kota,
- bantuan ATENSI berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan kacamata baca untuk 6.269 lansia di 93 kabupaten/kota,
- layanan hak sipil seperti pembuatan KTP, KK, dan sidang isbat nikah bagi 500 lansia di 31 kabupaten/kota,
- pemeriksaan kesehatan gratis untuk 1.857 lansia di 39 kabupaten/kota,
- kerja bakti pembersihan di 500 rumah lansia, dan
- donor darah di 31 kabupaten/kota yang diikuti 900 pendonor.
Jumlah Lansia Tertinggi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indonesia telah memasuki era populasi menua, dengan jumlah penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) mendekati 30 juta jiwa.
Angka itu lebih dari 10 persen dari total populasi nasional.
Rasio gender menunjukkan 55 persen perempuan dan 45 persen laki-laki.
Tiga provinsi dengan persentase lansia tertinggi adalah D.I. Yogyakarta (17,33 persen), Jawa Timur (14,56 persen), dan Bali (14,22 persen).
Jawa Timur menjadi wilayah prioritas karena tingginya jumlah lansia dan besarnya kebutuhan layanan sosial.
Sejarah Singkat HLUN
HLUN diperingati setiap 29 Mei.
Bertepatan dengan peran penting Dr KRT. Radjiman Wedyodiningrat—anggota tertua dalam sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945.
Peringatan ini pertama kali dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 29 Mei 1996 di Semarang.
Sebagai dasar hukum, pelaksanaan HLUN diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
Regulasi ini menjadi panduan nasional dalam perlindungan dan pemenuhan hak lansia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pilihan Olahraga Ringan untuk Lansia agar Tetap Sehat dan Bugar
Peringatan HLUN 2025 di Jember menjadi wujud nyata kehadiran negara.
Melalui berbagai aksi sosial langsung, pemerintah menegaskan kebahagiaan lansia bukan hanya tanggung jawab individu atau keluarga
Namun, merupakan bagian dari cita-cita kolektif menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial.
Editor : Imron Hidayatullahh