Radar Jember - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jember tak setengah-setengah dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025.
Bagaimana tidak, dua ekor kuda dengan nilai yang lumayan dibeli.
Rencananya, dua kuda ini juga akan dibawa ke Porprov yang dihelat di Malang Raya, pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025 mendatang.
Wakil Ketua Pordasi Jember Rahaditha Viraq Prakasa menyebut, kedua kuda tersebut masing-masing bernilai Rp 70 Juta dan Rp 120 Juta, didatangkan dari Solo dan Probolinggo.
“Yang Rp 70 Juta ini jantan dan masih pemula, sedangkan yang Rp 120 Juta betina sudah terlatih. Bisa lompat dan melakukan berbagai trik. Sehingga nanti akan kami sesuaikan sesuai kategori nomor lombanya,” jelasnya.
Kuda tersebut diperoleh sekitar dua bulan lalu.
Artinya, waktu yang dimiliki Pordasi Jember cukup mepet.
Mengingat, antara kuda dan penunggangnya harus memiliki chemistry yang baik untuk bisa menaklukkan rintangan dalam perlombaan.
“Kalau horseback archery (panahan berkuda, Red) itu atletnya hanya orangnya saja. Namun, untuk equestrian dan pacuan kuda itu yang dinilai orangnya dan kudanya, jadi harus ada chemistry antara keduanya,” kata pria yang akrab disapa Radit itu.
Selain biaya pembelian yang cukup fantastis, biaya untuk memboyong kuda ke Malang Raya juga tak kalah bikin pusing.
Dia menjelaskan, Pordasi Jember akan membawa total 9 kuda untuk berkompetisi pada Porprov kali ini.
Kuda-kuda tersebut nantinya harus disediakan “hotel kuda” yang harga per kamarnya mencapai Rp 400 Ribu per hari.
“Nanti tandingnya selama empat hari, tapi paling tidak tiga hari sebelumnya sudah harus di lokasi untuk mengurangi jetlag. Jadi, minimal 7 hari untuk penginapan kuda. Tinggal menghitung, 9 kuda dikali Rp 400 ribu, dikali 7 hari,” sebutnya.
Sementara itu, atlet Pordasi yang akan turun pada ajang Porprov kali ini berjumlah 10 orang, yang terbagi menjadi 3 atlet mandiri dan 7 atlet yang dibiayai APBD.
Radit menyebut, ketiga atlet mandiri dibiayai oleh Pordasi karena menurutnya menurunkan 10 atlet adalah jumlah yang ideal untuk meraih target 1 emas dan 4 perak.
“Kami ingin meraih hasil lebih baik dari edisi sebelumnya. Sebab, kali ini kami mendapat banyak support. Di antaranya satu kuda milik Bupati Muhammad Fawait dan satu kuda milik Kades Mlokorejo H. Mahfud yang bisa kami bawa ke Porprov,” jelasnya.
Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember Edy Budi Susilo menyebut, Pordasi memang membutuhkan biaya yang besar dalam ajang Porprov.
Sebab, menurutnya, yang dihitung atlet bukan hanya orangnya, tapi juga kudanya.
Oleh sebab itu, pihaknya memberikan bantuan berupa transportasi pulang pergi ke Malang Raya untuk ke-9 kuda yang dibawa Pordasi.
“Kami menyadari biayanya cukup berat. Saat ini kami masih berkomunikasi untuk meringankan beban tersebut,” katanya. (yul/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh