Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

ERDKK Jember Tambah 1.292 Petani, Alokasi Pupuk Subsidi Masih Tetap

Mega Silvia RJ • Rabu, 28 Mei 2025 | 11:00 WIB
PRODUKSI MELIMPAH: Proses pemanenan padi milik petani di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu menggunakan mesin combine harvester 1 Mei lalu. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
PRODUKSI MELIMPAH: Proses pemanenan padi milik petani di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu menggunakan mesin combine harvester 1 Mei lalu. (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Per April lalu, sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) Jember bertambah ribuan petani penerima pupuk subsidi.

Meski demikian, pembaharuan tersebut tak diikuti penambahan alokasi pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmaji menyebutkan, 1.292 tambahan petani Jember yang masuk dalam eRDKK.

"Jadi kan memang untuk perbaikan input data petani di eRDKK ada revisi dan evaluasi tiap empat bulan sekali," terangnya saat ditemui usai rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Jember, Senin (19/5) lalu. 

Merujuk pada data petani terdaftar dalam eRDKK 2025 sebelumnya ialah 180.656.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka kini berjumlah 181.948 petani yang terinput dalam eRDKK Jember.

Empat bulan berjalan, proses evaluasi kembali dilakukan.

Petani yang belum masuk dalam eRDKK namun telah memenuhi syarat menebus pupuk subsidi atau sedang mengajukan ke PPL, bisa menyusul terinput pada Agustus atau September mendatang.

Petani yang sudah terdaftar dalam eRDKK, sudah bisa langsung menebus pupuk bersubsidi di masing-masing kios.

"Karena sudah masuk di iPubers," jelas Imam.

Realisasi pupuk subsidi per 9 Mei lalu sudah mencapai 33,58 persen dari total alokasi pupuk subsidi Jember 115.058 ton pada 2025 ini.

Baik itu urea, NPK, maupun organik.

Besarnya serapan tersebut dikhawatirkan tak akan bisa mencukupi hingga akhir tahun.

Terlebih dengan adanya penambahan jumlah petani yang bisa menebus.

Namun, menurut Imam, jumlah petani yang terinput dalam e-RDKK memang jauh lebih besar daripada alokasi yang ada. 

"Makanya penyerapan itu disesuaikan dengan musim tanam. Jadi kalau pas panen tidak mungkin ditebus. Kalau sekarang musim tanam (MT) ya berbondong-bondong nebus (pupuk bersubsidi, Red)," paparnya.

Di samping itu, pihaknya berharap mayoritas petani Jember bisa menanam padi dalam tiga hingga empat musim tanam di tahun ini.

"Target pemerintah pusat sudah disampaikan bahwa panen padi di Jember ini terbesar. Harapannya petani bisa tanam padi," ucapnya.

Ini menyusul calaian Jember menjadi urutan keempat secara nasional dengan produksi padi tertinggi selama MT pertama tahun ini.

Dengan produksi mencapai 39 ton.

Ini setelah Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi.

"Kami berupaya meningkatkan produksi padi, jagung, atau komoditas lainnya," pungkasnya. (sil)

Editor : Imron Hidayatullahh
#serapan pupuk subsidi #eRDKK #Jember #produksi #DTPHP #Petani #musim tanam #jagung #iPubers #padi #Pupuk Subsidi #alokasi pupuk bersubsidi #Pertanian #panen