Radar Jember - Setiap pagi, Vera Kurniawati, seorang ibu muda, membelah jalanan dari Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
Deru mesin motor menandai setiap paginya berjuang sebagai seorang single parent untuk mencari nafkah.
Demi menyambung hidup setelah berpisah dari suaminya, tak banyak pilihan bagi Vera.
Hidup masih terus berjalan. Sedangkan waktu terus beranjak.
Menjadi pengemudi ojek online (ojol) menjadi pilihan yang Vera ambil.
Tak mudah memang.
Namun, tak seperti driver ojol lainnya, setiap hari, selalu ada penumpang istimewa di jok depan motornya.
Seorang balita—usianya baru menginjak dua tahun—anak kandungnya sendiri.
Setiap kilometer Vera jalani bersama bocah itu.
Dari satu titik ke titik yang lain, mengantar penumpang, yang mungkin jarak tempuhnya bisa puluhan kilometer.
Bukan kemauan Vera membawa serta anaknya mengaspal saban hari.
Namun, lagi-lagi hidup tak memberinya opsi.
Di rumah, tak ada orang yang bisa menjaga sang anak.
Vera pun terpaksa membawa buah hatinya saat bekerja.
Meski demikian, seolah sudah mengerti kondisi ibunya, balitanya tidak pernah rewel.
Justru terlihat tenang saat ikut melibas jalanan bersama ibunya.
"Saya enggak punya pilihan. Di rumah enggak ada yang jagain anak. Tapi alhamdulillah, anak saya nurut dan enggak pernah rewel waktu ikut kerja," ungkap Vera.
Namun, pekerjaan itu tak selalu mudah bagi Vera, apalagi bagi si kecil.
Perjalanan selalu membawa tantangan.
Hujan yang turun tak hanya membawa air langit—tapi juga menguji kesabaran.
keduanya kerap basah kuyup.
Bukan karena Vera tak punya mantel.
Bayangkan saja situasinya, anak di depan, sedangkan di belakang ada penumpang.
Bagaimana cara pakai mantel dalam kondisi seperti itu?
Ngiyup? Ah, tak semudah itu kawan.
Aplikasi tak mau tahu, sedang hujan badai apa panas terik menyengat, tetap harus jalan.
Penumpang tetap harus sampai tujuan.
Bak sebuah petikan firman Tuhan: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan".
Di tengah perjuangannya, tak jarang ada wajah-wajah peduli kepadanya dan si buah hati.
Ada saja pelanggan yang merasa iba dan memberi tambahan ongkos sebagai bentuk empati atas perjuangan Vera.
Setiap hari, Vera mulai bekerja sejak pagi hingga sore.
Penghasilan dari pekerjaan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi si buah hati.
Untuk menjaga keamanan di jalan, terutama saat harus mengantar pelanggan ke lokasi yang jauh atau tidak dikenal, Vera tergabung dalam komunitas Kartini Jember—sebuah komunitas driver ojol khusus perempuan di Jember.
Biar bisa saling bagi order dan solusi di tengah jalanan yang tak selalu baik-baik saja.
Vera membuktikan bahwa kasih sayang ibu tak pernah menemui batas.
Meski hari-harinya berada di jalanan, dia tetap menjadi pelindung bagi si buah hati.
Meski di atas laju motor.
Selamat berjuang ya, Mbak Vera!
Editor : Imron Hidayatullahh