PATI, Radar Jember - Tim dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Jember, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mendampingi orang tua Badrus, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, yang dilaporkan hilang sejak 18 Mei lalu saat menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di atas Kapal Motor Harapan Srijaya GT 96 milik PT Pancuran Samudra Nusantara Juwana Pati, Jawa Tengah.
Kunjungan dan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moril dan institusional, guna menelusuri secara langsung kronologi sebenarnya dari peristiwa tragis yang terjadi di laut Masalembu, serta memastikan bahwa hak-hak siswa dan keluarganya terpenuhi secara adil dan transparan.
Dalam kunjungan bersama orang tua korban pada Sabtu (24/5) di Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Tim Cabdin Wilayah Jember diterima oleh Direktur PT Pancuran Samudra Nusantara, Waka Polair Pelabuhan Juwana, dan Ketua Asosiasi Nelayan Juwana Pati.
Kepala Seksi SMK Cabdin Wilayah Jember, Muhammad Khotib menyampaikan sejumlah permintaan penting secara resmi dan tertulis, diantaranya, meminta Klarifikasi kronologi lengkap atas hilangnya Badrus Sholeh siswa PKL dari SMK Perikanan dan Kelautan di Kapal Motor Srijaya GT 96 wilayah perairan Masalembu dan memeriksa seluruh ABK sebagai bentuk investigasi menyeluruh agar saudara Badrus bisa ditemukan.
Meminta kepada perusahaan untuk pemaparan pola pembimbingan dan pengawasan siswa PKL di atas Kapal Motor GT 96 milik PT Pancuran Samudra Nusantara, termasuk kehadiran instruktur lapangan dan protokol keselamatan kerja dan sistem pengawasan di kapal.
Mengevaluasi tanggung jawab pihak sekolah, dalam hal ini SMK Perikanan dan Kelautan Puger, atas proses kerja sama dengan perusahaan PT Pancuran Samudra Nusantara penyedia tempat PKL, apakah telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Undang-undang Perlindungan Peserta Didik.
“Kedatangan kami bersama orang tua korban ingin memastikan kejadian yang sebenarnya atas hilangnya Badrus diatas Kapal Motor, serta agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. PKL harus menjadi ruang pembelajaran, bukan medan berisiko tinggi tanpa pengawasan,” tegas Khotib.
Sementara itu, Kacabdin Wilayah Jember Sugeng Trianto juga menegaskan bahwa pihak sekolah SMK Perikanan dan Kelautan wajib melakukan evaluasi menyeluruh atas sistem pengiriman dan pembekalan siswa untuk PKL di PT Pancuran Samudra Nusantara terutama yang melibatkan sektor kelautan dan perikanan dengan potensi bahaya tinggi.
Transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga marwah pendidikan vokasi serta perlindungan terhadap peserta didik.
“Proses pendalaman dan investigasi akan terus dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan Basarnas. Serta akan mengevaluasi pola kerjasama penempatan PKL siswa SMK harus sesuai SOP, demi keselamatan anak didik kita,” terang Sugeng.
Sedangkan orang tua korban Mulyadi sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Jatim dan Cabdin Wilayah Jember yang telah memfasilitasi dan mengantarkan ke Pelabuhan Juwana dan PT Pancuran Samudra Nusantara Pati Jateng.
“Kami sekeluarga sangat terimakasih pada Dinas Pendidikan Jatim bisa membawa kami ke perairan Juwana, Pati, Jateng, untuk memastikan kronologis sebenarnya dan keadaan Badrus sampai hari ke tujuh belum ditemukan hilang di laut. Kami berharap Badrus bisa ketemu dan kembali dengan selamat,” tuturnya. (dhi)
Baca Juga: Arah Baru Perdagangan: Prabowo Perintahkan Kuota Impor Dihapus
Editor : M. Ainul Budi