Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pamit Pergi PKL Sekolah, Siswa Asal Bangsalsari Jember Ini Dikabarkan Menghilang di Perairan Juwana

M Adhi Surya • Jumat, 23 Mei 2025 | 21:15 WIB
Duka dan kecemasan menyelimuti keluarga Badrus Sholeh,17, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, setelah sang anak dilaporkan hilang saat menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL). (M Adhi S/RJ)
Duka dan kecemasan menyelimuti keluarga Badrus Sholeh,17, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, setelah sang anak dilaporkan hilang saat menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL). (M Adhi S/RJ)

BANGSALSARI, Radar Jember — Duka dan kecemasan menyelimuti keluarga Badrus Sholeh,17, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, setelah sang anak dilaporkan hilang saat menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di perairan Juwana, Pati, Jawa Tengah.

Keluarga di Dusun Tegalan, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, kini menanti kabar dengan cemas sejak menerima informasi mengejutkan pada awal pekan ini.

Badrus berangkat PKL pada 25 April dan mulai bergabung dengan kapal milik PT Pancuran Samudra Nusantara di Pati pada 1 Mei lalu.

Namun, insiden hilangnya Badrus diketahui terjadi pada Minggu dini hari, (18/5).

Kabar tersebut baru disampaikan kepada keluarga sehari kemudian, Senin, (19/5), oleh pihak sekolah yang didampingi perangkat desa setempat.

Ibunda Badrus, Nurhasanah menceritakan berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, kronologi hilangnya Badrus bermula saat ia dan rekan-rekannya sedang bersantai di kapal pada Sabtu malam, (17/5), sekitar pukul 20.00.

Satu jam kemudian, mereka diarahkan untuk tidur karena akan mulai bekerja pada pukul 03.00 untuk kegiatan penangkapan ikan.

"Setelah waktunya kerja dan mereka dibangunkan, anak saya tidak ada saat absen," ucapnya kemarin, (23/5).

Nurhasanah mengaku hatinya hancur saat mendengar kabar tersebut, terlebih mengingat percakapan terakhir dengan sang anak.

“Badrus sempat menelepon dan mengungkapkan ketakutannya. Ia merasa tidak nyaman karena ada dua teman satu kelompoknya yang sering membully,” ujarnya dengan suara lirih, kekhawatiran itu kini berubah menjadi duka yang mendalam.

Ayah Badrus, Mulyadi juga menyampaikan harapan besar agar anak sulungnya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Apapun keadaannya, kami ingin melihat anak kami. Kami ingin kepastian,” kata Mulyadi dengan mata berkaca-kaca.

Konfirmasi terpisah, Kepala SMK Kelautan Puger, Kuncoro menyatakan rasa kehilangan mendalam atas musibah ini.

Menurutnya, Badrus dikenal sebagai siswa yang berani dan memiliki impian besar menjadi pelaut.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung pencarian.

“Ini duka bagi kami semua. Badrus terakhir terlihat pada pukul 21.00 sebelum tidur. Saat persiapan salat Subuh dan absen, ia sudah tidak ada di tempat. Kami sudah melakukan pencarian menyeluruh di kapal sebelum laporan resmi dibuat,” pungkasnya. 

Hingga kini, belum ada titik terang atas keberadaan Badrus, sementara keluarga dan pihak sekolah masih terus berharap akan kabar keberadaan Badrus. (dhi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #pati #SMK Perikanan dan Kelautan Puger #jawa tengah #siswa