Radar Jember – Rencana pelebaran jalan oleh rencana Pemprov Jatim untuk jurusan Balung-Rambipuji terus mengalami perkembangan.
Terbaru, puluhan warung di sepanjang Jalan Airlangga, selatan lampu merah Dusun Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji, sudah banyak yang bersih.
Warung-warung itu sudah dibongkar oleh pemiliknya.
Seperti diketahui, para pemilik warung di pinggir jalan itu diberi waktu hingga sebelum tanggal 30 Mei 2025, untuk membongkar warungnya.
Siang kemarin (22/5), banyak warung yang terlihat sudah dibongkar.
Di lokasi ini, setidaknya ada puluhan warung yang terbuat dari bambu beratap terpal.
Selain itu, ada beberapa warung yang dibangun semipermanen.
Warung-warung berada di sisi barat jalan dan timur jalan.
Warung itu menempati lahan Perhutani dan di atas selokan.
Bahkan warung yang sudah berdiri puluhan tahun itu banyak yang sudah menggunakan jaringan PLN.
Para pemiliknya tidak menyangka warung yang ditempati untuk berjualan itu akan dibongkar karena pelebaran jalan.
Penambahan lebar jalan nantinya dilakukan di dua sisi.
Para pemilik warung yang beroperasi 24 jam itu diberi waktu untuk membongkar bangunan itu sebelum tanggal 30 Mei.
Ternyata, sebelum waktu yang ditentukan, banyak warung yang sudah dibongkar.
Seperti warung milik Ima, yang berjualan nasi dan kopi. Dia akhirnya membongkar warungnya.
“Saya rencana membongkar warung Jumat (23/5). Karena ada waktunya, akhirnya dibongkar,” katanya.
Dikatakan, dia masih mencari tempat yang bisa ditempati untuk membuka warung lagi.
“Puluhan pemilik warung yang terimbas pelebaran jalan itu juga sama-sama bingung mau membuat (warung, Red) di mana,” kata Ima.
Sementara itu, Miara, 60, warga Rambipuji yang sudah puluhan tahun berjualan, mengaku belum membongkar warungnya.
Sambil berjualan dan mencari tempat agar kembali bisa berjualan.
“Memang selama puluhan tahun, saya berjualan ini sudah tidak sewa dan tinggal menempati saja. Setelah ada pelebaran jalan, ya, harus dibongkar,” katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, puluhan warung yang ada di sisi barat Jalan Airlangga itu sudah banyak yang dibongkar oleh pemiliknya.
Namun, masih ada yang berdiri.
Ada warung yang telanjur dipasang meteran PLN harus dibongkar oleh petugas PLN, karena sangat rawan jika dibongkar sendiri.
Terlihat warung- warung yang ada di sisi barat mulai sekitar lampu merah ke selatan sudah hampir bersih.
Sementara, di sisi timur masih banyak yang belum dibongkar.
Namun, warung itu sudah banyak yang ditinggal pemiliknya.
Sebab, warung yang ada di Jalan Airlangga itu ada yang sudah permanen dan ada yang dibangun menggunakan bambu beratap terpal dan asbes. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh