Driver Ojol Demo Serentak
Layanan Lumpuh 24 Jam
KALIWATES, Radar Jember - Ratusan massa yang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Jember Online Bersatu (FKJOB) menggelar aksi demonstrasi, Senin (20/5).
Aksi ini disertai dengan mogok massal selama 24 jam, yang menyebabkan layanan transportasi berbasis aplikasi lumpuh total.
Tak hanya di Jember, aksi ini juga dilakukan serentak di 12 Kota lain, diantaranya Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Banyumas, Banten, Cilegon, Batam, Sukabumi, Samarinda, Solo serta Tangerang.
Di Jember, driver ojol dan juga grab hendak menggelar konvoi dari pelataran gedung Balai Serba Guna (BSG) menuju kantor Pemkab Jember dengan membawa spanduk berisi sejumlah tuntutan.
Setidaknya terdapat dekapan tuntutan yang disuarakan demonstran, terbagi dalam empat tuntutan nasional dan empat tuntutan lokal.
Mereka menuntut dibuatnya payung hukum yang mengatur transportasi online di Indonesia, kenaikan tarif layanan penumpang, serta transparansi potongan komisi oleh perusahaan aplikator.
Tidak hadirnya payung hukum yang kuat untuk mengatur transportasi online di Indonesia disinyalir menjadi penyebab utama timbulnya berbagai permasalahan di sektor ini.
Mulai dari ketentuan tarif, hubungan driver dengan aplikator, transparansi struktur biaya, jaminan sosial dan lain-lain.
Selain itu, orasi juga disuarakan dengan lantang bahwa tarif ojol saat ini berada di angka yang memprihatinkan.
Sebab tarif yang berlaku saat ini merupakan tarif yang ditetapkan pada 2022 silam. Setelah tiga tahun berlalu, tarifnya masih sama. Padahal selama periode tersebut berbagai daerah sudah tiga kali mengalami kenaikan UMR dengan rata-rata naik sebesar 16,7 persen.
Salah satu driver ojol, Dedy Novianto mengatakan, saat ini pihaknya berharap bisa menemui Bupati Jember Muhammad Fawait untuk menagih janji-janji saat kampanye untuk mensejahterakan para driver.
Dikatakan, beberapa janji yang dilontarkan Fawait diantaranya adalah Pemkab akan menanggung BPJS Tenaga Kerja, memberikan bansos hingga upgrading skill untuk driver ojol di Jember. “Kami ingin menemui gus fawait, kami ingin audiensi,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih melakukan persiapan konvoi di pelataran BSG. Sembari menyuarakan sejumlah orasi sebelum bertolak menuju kantor Pemkab.
Belum ada tanggapan resmi dari pemkab maupun dinas terkait. Para pengemudi ojol berencana akan melanjutkan aksi jika tidak ada respons dalam waktu dekat.(yul)
Editor : M. Ainul Budi