Radar Jember - Mayoritas kabupaten/kota yang menurunkan atlet-atlet terbaiknya pada Porprov Jatim IX 2025, bisa dibilang dalam posisi yang kurang ideal.
Masa transisi pemerintahan dan kebijakan politik anggaran dari pemerintah sebelumnya ke pemerintah baru, disebut-sebut cukup berimplikasi terhadap persiapan Porprov.
Hal itu juga terjadi di Pemkab Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait juga mengakui demikian.
Ia menilai wajar belum begitu maksimal mempersiapkan Porprov di masa kepemimpinannya yang belum genap 100 hari ini.
"Kami tidak bisa melakukan penyiapan persiapan secara normal, karena kami baru menjabat, sehingga ini masa-masa transisi," beber Gus Fawait, pekan lalu (6/5/2025).
Dia juga sepakat persiapan Porprov tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus bertahap.
"Kami punya keyakinan bahwa persiapan Porprov ini tidak bisa dilakukan secara instan, namun secara berkelanjutan," bebernya.
Lebih lanjut, pasangan Wabup Djoko Susanto ini menegaskan bahwa Pemkab Jember berkomitmen mendukung Porprov, dengan persiapan yang lebih matang, pada gelaran Porprov berikutnya.
"Setelah Porprov tahun ini, kami akan segera meminta Dispora dan KONI untuk melakukan persiapan yang lebih awal untuk Porprov di tahun 2027 nanti," imbuh mantan legislator DRPD Jatim itu.
Meski di tengah persiapan yang terbatas, Pemkab Jember telah menjanjikan akan menggelontorkan bonus yang menggiurkan untuk para atlet yang sukses mengharumkan Jember dengan membawa pulang medali.
"Semangat kami tidak main-main untuk Porprov. Untuk peraih emas Rp 50 juta, plus kita prioritaskan untuk diberikan beasiswa kuliah, di seluruh kampus se-Indonesia," jelasnya.
Gus Fawait meyakinkan, bonus yang akan dikucurkan oleh Pemkab Jember itu akan melampaui besaran reward yang diberikan pemkab pada Porprov di tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, diyakini melampaui besaran bonus kabupaten/kota lain dalam memberikan reward.
"APBD kita dibanding Surabaya sangat jauh sekali. Kalau Surabaya mungkin di angka Rp 12 triliunan, kita (APBD Jember, Red) di angka Rp 4 triliunan. Tapi bonus yang kami siapkan untuk para peraih medali dengan plus beasiswa ini, bisa lebih tinggi dibandingkan (reward, Red) Surabaya," pungkasnya. (mau/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh