Radar Jember – Sepak bola kerap dianggap sebagai olahraga dengan penikmat terbesar di dunia.
Kehadirannya mendapat tempat yang istimewa, bagi penikmat maupun penggila sepak bola.
Sayangnya, sepak bola di Jember masih dianggap sebelah mata.
Pada gelaran dua tahunan Porprov Jatim, tim sepak bola Jember tak mendapat kuota dan kucuran dana.
Padahal, Jember pernah menjadi juara.
Tepatnya saat Jember menjadi tuan rumah cabor sepak bola.
Untuk pertama kalinya, tim sepak bola Jember berhasil menembus partai final dan langsung meraih medali emas.
Penantian 17 tahun bagi tim sepak bola Jember menyabet medali emas pun terwujud.
Momentum itu barangkali masih lekat dalam ingatan masyarakat Jember.
Sebab, gol semata wayang kapten tim Jember saat injury time babak kedua itu membawa Jember meraih gelar juara.
Tetapi, gelar juara itu tak bertahan lama.
Pada Porprov Jatim VIII 2023, hasil minor menyebabkan Jember jadi juru kunci fase grup.
Tak ingin berlarut-larut, Askab PSSI Jember kembali fokus prestasi.
Porprov kali ini, sepak bola Jember harus menjalani Pra-Porprov atau babak kualifikasi.
Bermain di kandang sendiri, target Jember tinggi.
Merebut kejayaan dan meraih juara lagi.
Tentu, membicarakan prestasi butuh banyak dukungan. Salah satunya anggaran.
Namun, sepak bola tak mendapatkannya.
Oleh karena itu, ketua, wakil ketua, dan executive committee (exco) PSSI Jember swadaya membiayai.
Merogoh kocek pribadi dan tetap berangkat mandiri.
Wakil Ketua Askab PSSI Jember Andik Slamet mengungkapkan, seluruh dana operasional tim sepak bola Jember untuk Porprov berasal dari patungan.
Sejak awal persiapan seleksi hingga menjelang Pra-Porprov, sudah berjuta-juta uang keluar dari kantong mereka.
“Semuanya dari kantong pribadi. Mulai dari seleksi sebelum bulan Ramadan, operasional selama pemusatan latihan, hingga vitamin, kami biaya mandiri. Bahkan konsumsi makan dan minum pemain juga dari kami (pengurus PSSI, Red) sendiri,” ujarnya saat ditemui seusai latihan tim sepak bola Jember di Stadion Jember Sport Garden (JSG) Minggu (18/5/2025).
Andik mengatakan, sepak bola berbeda dengan cabor lain.
Baca Juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Jember Hari Ini Minggu 18 Mei 2025, Sore Hari Masih Diprediksi Hujan?
Kendati hanya memperebutkan satu medali nomor, sepak bola adalah olahraga prestise.
Apalagi pembinaan sepak bola rutin dilakukan.
Sehingga Askab PSSI Jember tetap memberangkatkan sepak bola untuk berlaga pada olahraga multi-event provinsi tersebut.
Menurutnya, tak adanya anggaran tidak boleh mematahkan semangat para pemain.
Apalagi mereka sudah menjalani proses panjang sebelum masuk dalam tim.
“Selama ini kami sudah lakukan pembinaan. Pemain juga perlu tampil untuk mengukur kemampuan mereka. Walau biaya mandiri, kami akan menunjukkan sepak bola juga bisa berprestasi,” katanya.
Dia menyebut, pengurus Askab Jember secara sukarela merogoh saku pribadi itu tak pernah berpikir dua kali.
Meski tahu kebutuhan operasional tak sedikit, hal itu tak membuat pengurus mundur.
Dengan latar berbeda-beda, dari pengusaha, pemilik klub bola, hingga guru, mereka menyatukan dukungan.
Sebab tujuan mereka sama: menjadikan sepak bola juara.
Di sisi lain, Andik menyayangkan keputusan KONI dan Pemkab Jember yang tak memberikan kuota dan dana untuk sepak bola.
Sebab, sejatinya sepak bola memberikan sumbangsih cukup besar bagi pendapatan Jember.
Setiap gelaran sepak bola, baik tarkam maupun kompetisi resmi, selalu ada perputaran ekonomi.
“Sepak bola bukan hanya prestasi dan medali, tapi juga menggerakkan ekonomi. Sepak bola berlatih di stadion atau fasilitas milik pemerintah, kami membayar biaya retribusi tanpa ada subsidi. Harusnya itu juga menjadi catatan dan pertimbangan,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Askab PSSI Jember Abdullah Waid menambahkan, meski tanpa dukungan anggaran, pihaknya tetap berupaya yang terbaik untuk sepak bola.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih emas,” imbuhnya. (c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh