Radar Jember – Pemilik puluhan warung di sepanjang Jalan Airlangga, jurusan Rambipuji-Balung, harus angkat kaki sesegera mungkin.
Sebelum tanggal 30 Mei, warung yang berdiri di pinggir jalan Dusun Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji, tersebut harus sudah dibongkar.
Bukan tanpa alasan, para pemilik warung yang mayoritas beroperasi 24 jam ini diberi waktu untuk membongkar bangunan itu sendiri paling akhir tanggal 30 Mei.
Ini menyusul rencana Pemprov Jatim yang akan memperlebar ruas jalan raya di lokasi tersebut.
Penambahan lebar jalan nantinya dilakukan di dua sisi.
Warung-warung kopi dan nasi di sekitarnya pun terkena imbas.
Mereka diminta untuk berkemas, membongkar sendiri dan pindah dari lokasi itu.
Waktunya tidak lama, maksimal sampai 30 Mei nanti.
Jika tidak, mungkin warung-warung tersebut akan dibongkar paksa.
Ima, salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, mengaku akan membongkar warungnya sepekan sebelum batas waktu yang diberikan.
“Per tanggal 30 Mei, seluruh warung yang ada di sepanjang jalan sekitar Jatian ini harus dibongkar. Kalau saya nanti akan membongkar warung tanggal 23 Mei nanti, ini masih nyari tempat untuk bisa berjualan,” katanya.
Perempuan 40 tahun asal Rambipuji itu mengaku bingung untuk mencari tempat baru.
Ima sudah sekitar 20 tahun melapak dan menempati lokasi itu dengan berjualan kopi dan nasi.
Meski tanpa biaya sewa, Ima mengaku sedikit legawa. “Alhamdulillah, saat membuat warung tidak sewa. Kita ini kan sudah enak tidak sewa dan bisa berjualan hingga puluhan tahun. Karena jalan mau dilebarkan, ya, harus mencari tempat usaha lagi untuk membuat warung,” tambah Ima.
Meski belum mendapat kepastian akan pindah ke mana, Ima berharap selepas pindah dari lokasi itu ia bisa kembali berjualan dan pelanggannya tidak kabur.
“Saya masih mencari tempat untuk berjualan, rencananya di selatan pasar hewan Desa Rowotamtu. Ya mudah-mudahan ada tempat baru untuk warung, biar gak jauh dari tempat pertama jualan,” harapnya.
Pantauan di lokasi memperlihatkan sejumlah pemilik warung sudah mulai mengemasi barang-barang mereka, sejak beberapa hari terakhir.
Genting-genting bangunan warung pun beberapa sudah mulai diturunkan.
Tak hanya Ima, pemilik warung lainnya juga sama.
Mereka harus membongkar sendiri bangunan warungnya sampai batas maksimal 30 Mei nanti.
"Memang ada yang sudah mulai membongkar sendiri warungnya, mungkin sudah ada tempat untuk tempat warung lagi. Tapi, juga ada yang masih kebingungan mau pindah ke mana," tambah Suryadi, warga di sekitar lokasi.
Kemacetan panjang pada momen-momen tertentu di sekitar lokasi Jatian Kaliputih itu menjadi salah satu alasan Pemprov Jatim melebarkan jalan.
Pekerjaan pelebaran jalan ini sebelumnya telah berjalan di sekitar ruas Jalan Rambipuji-Balung.
Tepatnya di perbatasan Desa Curahmalang dan Rowotamtu, Rambipuji.
Kini berlanjut di ruas jalan sekitar Kaliputih.
Sebagai informasi, warung di sepanjang jalan jurusan Rambipuji-Balung itu memang cukup banyak dan beroperasi sejak puluhan tahun terakhir.
Mereka mayoritas beroperasi 24 jam.
Mulai dari lampu merah Kaliputih hingga ke arah selatan.
Warung-warung di situ tidak hanya menjadi tempat mengais rejeki, namun beberapa juga menjadi tempat tinggal warga.
Terpisah, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember Dinas PU Bina Marga Jatim Aryo Yudhanto Wijokongko membenarkan terkait rencana pemprov yang akan melakukan pelebaran jalan tersebut.
"Ya betul, satu paket dengan jalan beton di Puger. Pertigaan ini kami lebarkan 11 meter dengan jalan beton," jelasnya, kemarin (16/5).
Menurut Yudha, pelebaran jalan di sekitar Jatian, Kaliputih, itu merupakan lanjutan dari proyek pemprov yang juga sedang bersamaan di sekitar Puger.
Sehingga mengharuskan pemilik warung di sekitarnya segera mengosongkan bangunan tersebut. "Mereka (pemilik warung, Red) berdiri di lahan saluran, masih daerah milik jalan. Dan 90 persen sudah menyatakan setuju. Hanya sedikit yang masih protes, selama ini mereka gak berizin," tutupnya.
Sebagai informasi, warung di sepanjang jalan jurusan Rambipuji-Balung itu memang cukup banyak dan beroperasi sejak puluhan tahun terakhir.
Mereka mayoritas beroperasi 24 jam.
Mulai dari lampu merah Kaliputih hingga ke arah selatan.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Jeep Terbaik di 2025: Gaya dan Kemampuan Off-Road Tangguh
Warung-warung di situ tidak hanya menjadi tempat mengais rezeki, namun beberapa juga menjadi tempat tinggal warga. (jum/c2/mau)
Editor : Imron Hidayatullahh