Radar Jember - Video pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan yang disebut asal Jember dan ditemukan hidup di dalam peti es batu di Vietnam dipastikan sebagai berita bohong alias hoax.
Apabila pembuat video hoax itu tak ditangkap, bisa jadi akan muncul video-video hoax lain.
Untuk itu, pemerintah layak untuk melakukan pencarian dan menangkap pembuatnya.
Kepastian video itu hoax disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember Suprihandoko, kemarin (16/5/2025).
Ia menegaskan kabar tersebut telah diverifikasi melalui Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Kemenlu RI, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam dan Kamboja.
“Sesuai dengan pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI kemarin, informasi itu tidak benar,” ujarnya.
Video yang beredar luas itu memperlihatkan seorang perempuan dalam kondisi tubuh berada di dalam peti pendingin.
Narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa perempuan tersebut bernama Sri Wahyuni, PMI asal Jember yang ditemukan membeku.
Namun, hidup kembali secara ajaib di gudang tersembunyi di Vietnam.
Visual dramatis dalam video menunjukkan perempuan tersebut tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum setelah peti es dibuka.
Sontak membuat terkejut orang-orang di sekitarnya.
Potongan video ini dengan cepat menyebar dan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, Kemenlu RI menegaskan video tersebut tidak ada kaitannya dengan warga negara Indonesia, apalagi dengan PMI asal Jember.
"Kami telah berkoordinasi langsung dengan KBRI di Vietnam dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Suprihandoko.
Meskipun demikian, Disnaker Jember tetap melakukan langkah antisipatif dengan menelusuri data kependudukan warga yang bernama Sri Wahyuni di wilayah Kabupaten Jember.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban penyebaran identitas fiktif atau pencatutan nama.
"Tentunya kami masih butuh waktu menelisik nama Sri Wahyuni di Kabupaten Jember. Tercatat ada sejumlah 60 orang dengan nama yang sama tersebar di berbagai kecamatan dan desa," ungkap Suprihandoko.
Ia menambahkan hingga kini belum ada laporan kehilangan atau pengaduan dari keluarga terkait keberadaan seseorang bernama Sri Wahyuni yang bekerja di luar negeri.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember untuk melakukan verifikasi lanjutan atas identitas-identitas tersebut.
Pihaknya berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi-informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan itu, Suprihandoko mengimbau kepada pengguna media sosial untuk tetap mengedepankan klarifikasi sebelum memercayai informasi yang tersebar. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh