Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Potensi Loker MBG di Jember Masih Terbuka, Bisa Serap Ribuan Tenaga Kerja, Ini Detailnya!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 16 Mei 2025 | 14:05 WIB

 

SIAP BEROPERASI: Suasana dapur Makan Bergizi Gratis di SLBN Branjangan saat dikunjungi Bupati Jember Muhammad Fawait. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
SIAP BEROPERASI: Suasana dapur Makan Bergizi Gratis di SLBN Branjangan saat dikunjungi Bupati Jember Muhammad Fawait. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Potensi lapangan kerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih cukup besar.

Bagaimana tidak, program pemerintah pusat itu membutuhkan sekitar 47 tenaga kerja untuk setiap dapur sehat.

Sedangkan di Jember ditargetkan 157 dapur, guna melayani 420.000-an siswa.

Dengan begitu, jika semua dapur butuh 47 orang, maka ada 7.379 loker.

Dandim 0824/Jember Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah mengatakan, pembangunan dapur sehat terus digenjot.

Saat ini sudah ada tiga dapur yang siap operasi serta dua dapur sedang dalam tahap pembangunan.

Selain itu, masih ada beberapa lain yang sedang dalam tahap pengusulan dan kajian.

“Progress MBG terus berlangsung. Pendirian Dapur Sehat dilaksanakan secara bertahap. Melalui Jalur BGN, instansi, dan jalur mandiri,” katanya melalui pesan singkat, kemarin.

Untuk meningkatkan percepatan pembangunan dapur sehat baru, pihaknya mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), pemda, dan pihak pengusaha untuk mendirikan beberapa dapur.

Dia juga menyebut bahwa siapa pun berhak mendaftarkan diri dalam rekrutmen tenaga kerja dapur sehat.

“Diharapkan warga sekitar dapur sehat,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Jember Alfian Andri Wijaya menyampaikan pentingnya percepatan penyediaan dapur sehat untuk membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM.

“Masyarakat harus optimistis dengan program ini, hal ini sudah dilakukan di negara-negara maju,” katanya.

Alfian juga menyoroti pentingnya keterbukaan dalam rekrutmen tenaga kerja dapur MBG, dengan prioritas bagi warga sekitar lokasi dapur guna mencegah kecemburuan sosial.

Posisi yang memerlukan keahlian khusus tetap terbuka untuk umum.

Namun, pekerjaan operasional diharapkan diisi oleh masyarakat setempat.

“Jangan sampai alamat pekerjanya jauh dari lokasi dapur. Nanti ada kecemburuan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, owner dapur sehat di SLB Branjangan Kecamatan Bintoro, Achmad Sudiyono, mengatakan, pihaknya berencana membuka tiga dapur MBG.

Masing-masing dapur akan memproduksi sekitar 3.000 porsi setiap harinya.

Dua dapur sudah siap beroperasi, sementara satu yang lain masih dalam tahap renovasi bangunan.

Setiap dapur MBG memiliki struktur tenaga kerja yang beragam (lihat grafis).

“Untuk dua dapur yang sudah berdiri, kami memberdayakan warga sekitar,” terangnya.

Menurut Sudiyono yang juga pengurus Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan, para pekerja di dapur MBG akan mendapat gaji langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Nominalnya pun tak akan jauh dari UMR.

“Digaji langsung dari BGN. Insyaallah nominalnya sesuai UMR melalui sistem payroll langsung ke rekening masing-masing, tanpa potongan sepeser pun,” sebutnya.

Sudiyono menegaskan, keberadaan dapur MBG tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak penerima makanan bergizi, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Para petani dan pelaku UMKM di sekitar dapur menjadi mitra utama dalam penyediaan bahan baku, seperti tahu, tempe, dan sayuran segar.

“Kami adakan kerja sama dengan petani di sekitar, jadi mereka pasti laku dan kami dapat harga termurah. Ini memberi kepastian pada para petani bahwa hasil panen mereka akan selalu terserap,” jelasnya.

Kendati demikian, mendirikan dapur MBG bukan perkara mudah.

Selain harus memiliki lahan yang jelas kepemilikannya, bangunan dapur juga harus memenuhi standar yang ketat dari BGN.

Renovasi dan pengadaan peralatan bisa memakan biaya hingga miliaran rupiah.

Saat ini, kebutuhan ideal untuk wilayah Jember diperkirakan mencapai 157 dapur MBG.

Dengan setiap titik dapur menargetkan 3.000 porsi per hari, potensi lapangan kerja yang bisa diciptakan begitu besar jika seluruh target ini tercapai.

"Dapur MBG bukan hanya soal memberi makan anak-anak, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal. Dalam beberapa tahun modalnya insyaallah akan kembali," tambahnya. (yul/c2/nur)

Tenaga Kerja Dapur MBG:

1 Kepala Dapur (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia - SPPI)

1 Ahli Gizi

8 Juru Masak

15 Petugas Cuci Ompreng dan Alat Makan

15 Pemorsian Makanan

3 Driver

3 Pembantu Driver

1 Office Boy (OB).

SUMBER: Dapur Sehat MBG Bintoro.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Mbg #dapur sehat #loker #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis #tenaga kerja