Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Gempar Warga! Cinta Tak Direstui, Warga Cangkring Jember Ini Nekad Gantung Diri

M. Ainul Budi • Kamis, 15 Mei 2025 | 20:56 WIB
DATANGI LOKASI: Anggota Polsek Jenggawah saat mendatangi lokasi tempat korban gantung diri Kamis (15/5) pagi
DATANGI LOKASI: Anggota Polsek Jenggawah saat mendatangi lokasi tempat korban gantung diri Kamis (15/5) pagi

CANGKRING, Radar Jember - Warga Dusun Cangkring Baru, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah mendadak gempar.

Pemuda berinisial AW, 24 warga setempat ditemukan meninggal dengan cara gantung diri pada Kamis (15/5) pagi.

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada pohon mangga didepan rumahnya. Dengan menggunakan tali tampar untuk gantung diri.

AKP Eko Basuki Kapolsek Jenggawah mengatakan, korban mengakihiri hidupnya yakni bunuh diri pada Kamis (15/5) pukul 05.30 wib.

Pertama kali jasad kprban ditemukan menggantung pada pohon mangga depan rumahnya oleh bibinya sendiri. Ketinggian untuk gantung diri setinggi 5 meter menggunakan tali tampar, kata Basuki.

"Informasi warga, ada seorang pria diduga melakukan aksi bunuh diri. Korban pertama kali ditemukan oleh bibinya. Saat itu bibinya berteriak histeris, kemudian didatangi pamannya. Mengetahui korban tergantung di atas pohon. Pamannya bersama tetangganya, mengabari orang tua korban," kata Kapolsek.

Dari kejadian itu, kata Eko, pihak keluarga dibantu tetangganya. Menurunkan korban dari atas pohon, dengan cara menggunakan tangga.

"Sebelum diturunkan, warga memotong tali tambang yang mengikat di bagian leher korban," katanya.

Selanjutnya keluarga korban berupaya memberikan pertolongan. Namun, korban sudah dalam kondisi meni nggal, kata mantan Kapolsek Puger itu.


Dari kejadian itu, kata Eko, pihak keluarga korban menolak untuk melakukan proses autopsi.

Terkait motif korban nekat melakukan aksinya itu. Menurut Eko, diduga korban mengalami depresi.

"Karena hubungan asmara, atau percintaan. Hubungan korban dengan kekasihnya, tidak disetujui oleh keluarganya," pungkas Eko.(jum/bud).

Editor : M. Ainul Budi
#Jember