Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

MELESET! Target PAD Jember Rp 1 Triliun Tapi Kini Baru Tercapai Rp 229 Miliar, DPRD Sebut Pemkab Harus Banting Tulang

Imron Hidayatullahh • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:15 WIB
Widarto, Wakil Ketua DPRD Jember. (Mega Silvia/Radar Jember)
Widarto, Wakil Ketua DPRD Jember. (Mega Silvia/Radar Jember)

Radar Jember - Senin (12/5/2025) lalu, Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyarankan agar Pemkab Jember memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) demi bisa menambah kuota PPPK.

Namun menurut DPRD Jember, pemkab harus banting tulang melakukannya.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menjelaskan, pada kuartal pertama, realisasi PAD pemkab 2025 masih rendah.

Dari target Rp 1,072 triliun, realisasinya per 30 April baru Rp 229,91 miliar. Artinya, masih 21,44 persen.

“Masih butuh kerja keras untuk mencapai target PAD, apalagi melampauinya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (13/5/2025).

Percepatan peningkatan PAD juga sebenarnya telah dituangkan dewan di dalam dokumen rekomendasi untuk Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2024.

Yang telah diserahkan kepada eksekutif secara resmi pada paripurna Rabu (7/5) lalu.

Widarto menyarankan agar pemkab mengoptimalkan pajak daerah dari hotel dan restoran.

Apabila ada hotel yang menunggak pajak bahkan sampai tahunan harus ditindak tegas.

Seperti dibawa ke jalur hukum.

”Tapi sebaiknya pemkab juga hadir untuk meningkatkan okupansi hotel,” katanya.

Retribusi parkir juga harus dikontrol dan dipantau dengan baik.

Sebab, PAD tersebut rawan adanya kebocoran.

Capaian tahun lalu bahkan sangat jauh dari target.

Tahun ini pun berpotensi sama.

Perlu ada upaya ataupun regulasi tertentu untuk bisa menghindari kebocorannya.

Legislator PDIP itu juga menekankan agar pemkab bisa melakukan negosiasi kembali dengan perusahaan-perusahaan tambang batu kapur di Puger.

Agar nilai kerja samanya tidak merugikan daerah.

Menurutnya, selama ini nilai kontrak kerjasamanya masih sangat kecil.

“Harus ada renegosiasi kontrak agar nilainya tidak merugikan pemkab,” tuturnya.

Sektor pariwisata juga sebenarnya dinilai mampu mendorong percepatan peningkatan PAD.

Apabila digarap sungguh-sungguh, ini akan memberikan dampak luas.

“Menurut saya sektor ini padat PAD,” imbuh Widarto.

Hal lain yang bisa dilakukan pemkab, tambahnya, ialah memaksimalkan aset.

Daerah memiliki banyak aset bangunan, beberapa di antaranya mangkrak.

Dia berharap pemkab secepatnya bisa mengaktivasi aset yang belum dimanfaatkan dengan baik.

“Agar bisa menjadi sumber PAD baru,” pungkasnya. (sil/c2/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #Aset Pemkab #DPRD jember #pad #Bupati Jember