Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lanjutan Video Viral Warga Jember di Peti Es Vietnam, Belum Juga Ada Respon Informasi dari Kedutaan Setempat

M. Ainul Budi • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:40 WIB
DALAM PENCARIAN: Video PMI yang disebut asal Jember ditemukan dalam peti es, dalam kondisi hidup, di Vietnam. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
DALAM PENCARIAN: Video PMI yang disebut asal Jember ditemukan dalam peti es, dalam kondisi hidup, di Vietnam. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

KEPATIHAN, Radar Jember - Video viral yang memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai Pekerja Migran Indonesia ditemukan masih hidup di dalam peti es di Vietnam tengah menjadi sorotan publik.

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa perempuan itu bernama Sri Wahyuni, berusia 27 tahun, warga Jember.

Video itu memperlihatkan sosok perempuan yang terbaring dalam peti es dengan kondisi membuka mata dan tersenyum.

Namun, organisasi yang fokus terhadap perlindungan pekerja migran asal Indonesia, Migrant Care, menyatakan keraguannya terhadap kebenaran narasi dalam video tersebut.

Koordinator Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto mengungkapkan, terdapat sejumlah kejanggalan dalam video yang telah beredar luas itu.

Ia menekankan bahwa informasi semacam ini harus diverifikasi secara hati-hati.

Bambang mengungkapkan alasan utama keraguan pihaknya ialah dari ekspresi wajah perempuan dalam video yang dinilai tidak wajar.

Menurutnya, mustahil seseorang yang baru saja sadar dari situasi ekstrem seperti dikurung dalam peti es selama berjam-jam justru menunjukkan ekspresi tersenyum dan tidak terlihat panik.

“Kalau secara nalar, ketika orang tersadar dari peristiwa mengerikan, harusnya menunjukkan ekspresi ketakutan atau kepanikan. Ini kok malah tersenyum,” ujarnya.

Selain itu, video tersebut dinilai tidak didukung dengan informasi resmi dari pihak-pihak yang berwenang.

Meskipun disebutkan nama KBRI dan aparat kepolisian, video itu hanya berisi potongan-potongan gambar dengan narasi suara tanpa menampilkan pernyataan langsung dari instansi terkait.

Hal ini, menurut Bambang, memperbesar potensi bahwa informasi dalam video tidak akurat atau bahkan telah direkayasa.

“Video ini tidak menunjukkan konfirmasi resmi dari KBRI atau kepolisian. Hanya ada potongan gambar tanpa konteks yang jelas. Padahal, jika memang benar, mestinya pihak otoritas sudah mengeluarkan pernyataan resmi atau setidaknya ada proses evakuasi dan pendampingan yang terdokumentasi,” tambahnya.

Migrant Care juga menyoroti bahaya penyebaran informasi tidak terverifikasi di era digital seperti sekarang. Bambang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang viral tanpa adanya pembuktian yang kuat. Ia menegaskan pentingnya klarifikasi dan pendalaman informasi sebelum menyimpulkan kebenarannya.

Meski begitu, Bambang tidak serta-merta menyatakan bahwa video tersebut adalah hoaks. Ada kemungkinan bahwa sosok dalam video tersebut memang korban dari sindikat perdagangan manusia.

“Beberapa menit yang lalu kami berkordinasi dengan Disnaker provinsi untuk menkofirmasi terkait berita yang beredar ini. Hingga saat ini masih dalam upaya untuk melakukan pelacakan, dan sudah menghubungi kedutaan setempat namun masih belum ada respon, ” katanya kemarin (13/5) sore.

Migrant Care menyerukan agar pemerintah terkait segera mengambil langkah proaktif untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti video tersebut.

Kejelasan informasi ini penting untuk melindungi dan keselamatan para pekerja migran Indonesia di luar negeri. (dhi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #vietnam #peti es