Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warung Pantai Cemara Jember Kembali Dihantam Gelombang, Pemilik Warung Banyak yang Resah

M. Ainul Budi • Selasa, 13 Mei 2025 | 15:25 WIB
SEMAKIN MELUAS: Kerusakan warung milik warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger semakin meluas setelah dihantam gelombang pada Senin (5/5) dan Selasa (5/6) lalu
SEMAKIN MELUAS: Kerusakan warung milik warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger semakin meluas setelah dihantam gelombang pada Senin (5/5) dan Selasa (5/6) lalu

MOJOMULYO, Radar Jember – Pantauan Jawa Pos Radar Jember, warung yang ada dipinggir Pantai Cemara cukup banyak yang sudah rusak.

Sehingga sejumlah pemilik memilih membuat warung lagi yang lokasinya jauh dari pantai dan muara sungai.

Terlihat juga puluhan pohon cemara roboh setelah diterjang gelombang besar. Namun, masih ada pedagang yang bertahan walau warungnya bagian depan tempat duduk untuk pembeli rusak.

Tidak pindahnya pemilik warung itu karena masih belum mempunyai biaya untuk membuat tempat baru dibawah pohon cemara.

Terus terjadi gelombang pasang di Pantai Cemara, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger. Gelombang cukup besar terjadi sejak Senin (5/5) hingga Selasa (6/5) lalu.

Sehingga kerusakan warung milik warga yang ada sekitar muara sungai dan di pinggir pantai Cemara mengalami kerusakan.

Sebelumnya juga pernah terjadi gelombang pasang hingga naik ke halaman parkir di belakang rumah warga yang tidak jauh dari pantai Cemara.

Karena setelah dihantam gelombang, sebagian separo warung hingga hancur. Wwalnya puluhan warung memang berada di pinggir pantai Cemara dan dipinggir muara sungai tempat keluar masuknya jukung milik nelayan. 

Reni, warga sekitar mengatakan, gelombang besar juga terjadi seminggu lalu. Apalagi plawangannya terus berpindah – pindah.

Sehingga warung juga ikut tergerus akibatnya banyak warung yang rusak setelah bagian bawahnya ambrol.

“Sehingga sekarang banyak warung yang sudah dipindah di tengah pohon cemara. Karena arusnya terus berpindah seakin ketimur,” katanya. 

Ada juga pemilik warung yang masih bertahan ditempat yang lama.

“Tetapi kalau sudah ada air pasang, warungnya dipenuhi air laut. Ya mirip warung terapung dibagian depannya digenangi air laut disaat ada gelombang, pungkasnya,” imbuh dia.

Sementara Sajib, pemilik warung yang juga rusak masih membeiarkan separo warungnya.

Tetapi sudah membuat warung lagi di sisi timurnya. Untuk sementara warung yang sudah tinggal separo itu masih dibiarkan.

Karena setiap ada gelombang pasang bagian depannya akhirnya hancur. Padahal didepannya sudah dipasang pengaman sesek dari anyaman bambu dan dipasang juga ratusan zak yang diisi dengan pasir.

“Memang warung-warung yang ada dipantai Cemara itu awalnya yang muara. Apalagi plawangan untuk keluar masuk jukung nelayan selalu berpindah-pindah. Sehingga warung yang ada di muara sungai itu akhirnya bagian bawah ambrol terkikis air laut saat terjadi gelombang pasang,” kata Sajib. (jum/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Pantai Cemara