Radar Jember – Jemaah haji asal Jember yang tergabung dalam Kloter 31, 32, 32, 34, dan 35, telah tiba secara bergilir, di Bandara Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, kemarin (12/05).
Namun, di antara kedatangan para tamu Allah itu, ada dua jemaah yang gagal berangkat.
Setibanya di bandara sekitar pukul 20.12 waktu Arab Saudi, para jemaah banyak yang melakukan sujud syukur sebagai ungkapan rasa bahagia dan haru.
Suasana emosional menyelimuti area kedatangan, di mana isak tangis dan doa-doa lirih terdengar dari para yang telah menanti bertahun-tahun untuk dapat berhaji.
Ahmad Zainal Abidin, CJH Kloter 32 Kelompok 3 Regu 9, menyampaikan rasa syukurnya bisa sampai di tanah suci.
“Kami berangkat dari Bandara Juanda sekitar pukul 14.00, dan alhamdulillah, tiba di sini pukul 23.12 WIB. Ini perjalanan spiritual yang sangat kami rindukan,” ungkapnya.
Menurutnya, seluruh anggota rombongan tak kuasa menahan air mata ketika akhirnya menginjakkan kaki di Madinah.
Banyak di antara mereka yang telah mendaftar sejak lama dan baru mendapat kesempatan berhaji tahun ini.
“Setelah sekian tahun menunggu, akhirnya Allah panggil juga kami ke rumah-Nya,” tambahnya dengan suara bergetar.
Kedatangan dari Jember disambut petugas haji Indonesia yang telah bersiaga di bandara Madinah.
Mereka membantu proses imigrasi, pengambilan bagasi, dan pengaturan bus menuju hotel tempat akan menginap selama di Madinah.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, selama di Madinah, para jemaah akan melaksanakan ibadah arbain atau salat selama 40 waktu di Masjid Nabawi.
Serta ziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Raudhah, Makam Rasulullah SAW, Jannatul Baqi, dan Masjid Quba.
Di sisi lain, dalam kloter tersebut juga ada yang batal berangkat haji bersama kelompok regunya.
Sebab, saat memasuki Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (AHESS) pada Sabtu (10/5) dua CJH lanjut usia (lansia) asal Jember mengalami gangguan daya ingat atau demensia.
Keduanya adalah Achmad Sadin, 90, dan Enjo Endin Parmo, 70.
Keduanya tergabung dalam kloter 32.
Suasana di AHES mendadak gempar ketika Achmad Sadin tiba-tiba keluar asrama, sambil berteriak ingin pulang ke kampung halamannya, Tempurejo, Jember.
Gejala yang sama dialami Enjo Endin Parmo.
Ia ingin pulang ke Jenggawah, Jember, karena teringat belum memberi makan sapinya, dan berniat mencari rumput untuk pakan ternak tersebut.
"Benar, ada dua lansia yang demensia. Satu orang sekarang dirawat di RS Menur, satunya lagi masih kami tangani di Klinik Asrama Haji," tutur Katim Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Mochamad Gesta Robi Farmawan, Minggu (11/5), kepada awak media.
Sementara itu, Bagian Pendaftaran Haji Kemenag Jember, Subhan, membenarkan ada CJH yang pulang ke Jember.
Pihaknya menyebut, kedua CJH tersebut gagal berangkat karena kondisi kesehatan, dan bisa dipastikan menyusul berangkat apabila dinyatakan istithaah dan tidak melebihi batas jadwal pemberangkatan haji tahun ini.
“Mereka pulang sembari menunggu hasil pengobatan di Jember, dan dinyatakan istithaah, “ ucapnya. (dhi/c2/nur)
Baca Juga: Nabung 27 Tahun Hasil Jualan Sate, Pasutri di Jember Ini Akan Berangkat Haji
Laporan dari Arab Saudi:
Ahmad Zainal Abidin, CJH Kloter 32
Editor : Imron Hidayatullahh