Radar Jember – Jumlah petugas medis yang mendampingi calon jemaah haji (CJH) tahun ini mengalami pengurangan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya dalam satu kelompok terbang (kloter) terdapat dua hingga tiga petugas kesehatan, kini hanya terdapat satu atau dua petugas medis yang menyertai setiap kloter.
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Nur Sholeh mengungkapkan, pengurangan jumlah petugas medis ini sudah menjadi kebijakan yang diterapkan sejak persiapan awal musim haji tahun ini.
“Memang ada pengurangan untuk petugas haji, terutama tim medis. Jika biasanya tiga orang tim medis setiap kloter, sekarang bisa satu atau dua per kloter,” ujarnya.
Nur Sholeh menjelaskan bahwa dari total enam kloter yang diberangkatkan dari wilayahnya, hanya terdapat sekitar 10 orang petugas medis dibagi menjadi 6 kloter.
Setiap kloter membawa sekitar 380 jemaah yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara intensif.
Kemenag Jember telah mengantisipasi keterbatasan ini dengan melakukan pelatihan dasar pertolongan pertama kepada para ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom).
Agar mereka dapat membantu dalam kondisi darurat sebelum petugas medis mengambil alih penanganan.
Selain itu, para jemaah juga diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kondisi fisik dan mematuhi saran-saran kesehatan yang telah diberikan.
Meski demikian, Nur Sholeh menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak akan dikorbankan.
Ia menyatakan bahwa para petugas medis yang diberangkatkan merupakan tenaga profesional dan telah dibekali pelatihan intensif.
“Meski jumlahnya berkurang, kami pastikan mereka siap dan mampu menjalankan tugas secara maksimal,” katanya. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh