Radar Jember - Kabar proyek jalan lintas selatan (JLS) di Kabupaten Jember cukup lama tak mencuat.
Namun, sejak Senin (5/5) hingga kemarin (8/5), ada pemasangan tiang pancang dari bambu di muara Sungai Bedadung, Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Banyak orang bertanya-tanya untuk apa?
Belakangan diketahui, itu bagian proyek JLS yang akan dibangun jembatan.
Kabar diteruskannya proyek JLS yang akan tembus sampai Banyuwangi itu sepertinya akan membuat kawasan Jember selatan, terutama kecamatan di sepanjang garis pantai selatan, akan naik daun.
Bahkan, dampaknya bisa jadi akan meningkatkan perekonomian di sekitar JLS tersebut.
Di muara Sungai Bedadung itu, kemarin, terlihat ada 9 orang yang menggunakan pakaian lengkap proyek di muara Sungai Bedadung.
Mereka yang berseragam baju dan celana warna biru itu merupakan pekerja dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim.
Sejumlah orang saat itu melakukan pemasangan tiang bambu.
Ini bagian dari persiapan pengambilan sampel kultur tanah untuk kepentingan pembangunan jembatan JLS, karena harus menyeberangi muara Sungai Bedadung.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada dua tiang pancang dari bambu yang sudah terpasang di muara sungai. Ukuran 6 x 4 meter.
Rencananya, jembatan yang melintas di atas muara Sungai Bedadung itu akan pula menjadi jalur keluar masuknya jukung, perahu, dan kapal nelayan.
Panjangnya direncanakan 130 meter.
Pemasangan tiang bambu itu nantinya untuk mengambil sampel tanah dengan alat yang didatangkan dari Surabaya.
“Ini untuk persiapan alat yang akan mengambil sampel tanah, sebelum dibangun jembatan,” kata salah satu pekerja yang namanya tidak mau disebutkan.
Dikatakan, pemasangan tiang pancang bambu itu membutuhkan waktu cukup lama, karena terkendala saat air laut pasang atau saat air sungai besar.
Anggota DPRD Jember M. Satib menyampaikan, proyek pembangunan JLS memang dilanjutkan.
Ini nanti akan membuat kawasan selatan terkoneksi dengan mudah dan akan banyak orang lewat di lokasi itu.
“Dengan dibangunnya jembatan, akan mempercepat konektivitas JLS secara keseluruhan,” katanya.
Satib menyebut, dengan pembangunan JLS, maka Jember selatan juga akan naik daun.
Baik dari segi transportasinya, kemudahan keluarnya hasil pertanian dan hasil laut, dan itu akan dapat menambah pendapatan warga.
“Sehingga target pemerintah untuk meningkatkan perekonomian wilayah selatan Jawa akan cepat terealisasi,” ulas politisi Gerindra itu.
Tujuan panjang di balik proyek itu yakni menyejahterakan warga yang tinggal di kecamatan-kecamatan sepanjang garis pantai.
“Akhirnya ketimpangan antara wilayah pesisir utara dan selatan bisa diminimalisasi,” ucapnya.
Dengan begitu, warga yang berada di sekitar JLS akan mudah untuk melakukan sejumlah aktivitas.
Baik dari sisi pendidikan maupun usaha perekonomiannya.
Sementara itu, menurut Suharyadi, 45, pemancing asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, pemasangan pancang bambu di tengah sungai itu untuk pembangunan jembatan JLS.
Bisa jadi, itu juga untuk memasang paku bumi jembatan.
“Kalau jembatan JLS itu benar-benar dibangun, pasti akan semakin ramai. Semoga saja bisa jadi ikon Jember juga,” katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/5), alat pengebor untuk mengambil sampel kultur tanah sudah mulai didatangkan dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.
Menurut informasi, akan dipasang 4 pancang dari bambu yang berukuran 4 x 6 meter.
Untuk sementara, baru terpasang dua dan akan langsung dilakukan pengambilan sampel tanahnya.
Selanjutnya, baru ke tahap pembuatan jembatan. (c2/nur)
Tentang Proyek Jembatan JLS:
- Proyek JLS terus digarap oleh pemerintah.
- Sejak Senin (5/5), tahapan pembangunan jembatan JLS mulai digarap.
- Tahap awal penelitian sampel kultur tanah.
- Lokasi pembangunan di muara Sungai Bedadung.
- Panjang jembatan yang direncanakan setidaknya 130 meter.
- Warga meyakini, apabila terealisasi akan menjadi ikon baru Jember.
SUMBER: Pekerja PU dan warga Puger.
Editor : Imron Hidayatullahh