radar jember - Solidaritas Jember Melawan lakukan Aksi May Day atau Hari Buruh Internasional.
Sekitar pukul 12.24 WIB, ratusan massa dari Jember dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan warga sipil, yang melebur menjadi Solidaritas Jember Melawan, mulai melakukan long march dari double way Universitas Jember menuju gedung DPRD Jember.
Pada momentum ini, Solidaritas Jember Melawan menyuarakan tentang kondisi buruh pertanian, buruh perkebunan, dan buruh nelayan Kabupaten Jember yang belum mendapatkan hak-hak mereka sebagai buruh.
Lebih lanjut, masa aksi juga menyoroti perlindungan dan pertanggungjawaban pemerintah kepada buruh migran Jember yang menjadi penyumbang buruh migran terbesar se Jawa Timur. .
“Hari ini kita tidak hanya menyuarakan buruh kota saja, tapi kita juga menyuarakan potret buruh yang jarang didengar suaranya, buruh desa dan buruh migran” ungkap Yulianata Lialubisma , selaku koordinator lapangan.
Kemudian, sekitar pukul 13.32, masa aksi mulai memenuhi halaman kantor DPRD Jember.
Aziz Al-Fazri menekankan pada masa aksi untuk menyuarakan aspirasi dengan puisi, orasi, maupun nyanyian perjuangan.
Tak hanya mengusung isu buruh dalam skala nasional, Solidaritas Jember Melawan melayangkan beberapa tuntutan, baik dalam sekup daerah, diantaranya:
1. Mendesak DPR RI dan pemerintah untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Ketenagakerjaan
2. Mendesak DPR RI dan pemerintah untuk segera membahas dan mengesahkan RUU PPRT
3. Mendesak Pemerintah Kab. Jember untuk memastikan kejelasan status hukum buruh Kab. Jember.
4. Menuntut pemerintah Kab. Jember untuk menyediakan layanan PHI
5. Menuntut pemerintah Kab. Jember untuk membahas dan menetapkan upah layak dan menghapuskan diskriminasi upah bagi kaum buruh di Kab. Jember
6. Menuntut Pemerintah Kab. Jember untuk membahas perlindungan sosial bagi kaum buruh di Kab. Jember
Namun, Solidaritas Jember Melawan menemui kekecewaan sebab seluruh jajaran DPRD Jember tidak hadir dalam mendengarkan aspirasi Solidaritas Jember Melawan.
"Terbukti bahwa pemerintah dprd jember tidak serius menanggapai nasib buruh Kab. Jember. Sebab hari ini seluruh jajaran Dewan Perwakilan Rakyat tidak hadir dalam menemui buruh dan mahasiswa yang berusaha menyuarakan aspirasinya" ungkap Aziz Al-Fazri, perwakilan mahasiswa.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi