Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kopi Khas Jember Warisan Rasa Nusantara dari Lereng Argopuro, Ada Kopi Nangka Hingga Kopi Rujak

M. Ainul Budi • Minggu, 27 April 2025 | 01:50 WIB
DUKUNG KOPI JEMBER: Sejumlah perempuan melihat kopi yang dipromikan, di sela-sela acara yang diselenggaran KPwBI Jember beberapa waktu lalu.(YULIO FA/RADAR JEMBER)
DUKUNG KOPI JEMBER: Sejumlah perempuan melihat kopi yang dipromikan, di sela-sela acara yang diselenggaran KPwBI Jember beberapa waktu lalu.(YULIO FA/RADAR JEMBER)

radar jember - Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia. 

Kopi khas Jember menawarkan cita rasa unik yang lahir dari kekayaan alam dan keberagaman varietas kopi yang tumbuh subur di lereng Gunung Argopuro dan Raung.

Terdapat tiga jenis kopi utama yang menjadi andalan Jember, yaitu Robusta, Arabika, dan Liberika. Masing-masing memiliki karakter rasa yang khas. 

Kopi Robusta Jember dikenal dengan cita rasa pahit yang kuat namun tetap segar dengan sentuhan asam ringan. 

Sementara itu, kopi Arabika dari daerah pegunungan memiliki rasa asam yang seimbang dengan aroma spicy yang khas.

Yang tak kalah menarik adalah kopi Liberika atau yang dikenal dengan sebutan “kopi nangka” karena aroma dan rasanya yang menyerupai buah nangka. 

Karakter pahitnya lebih menonjol dan memberikan sensasi berbeda dari kopi pada umumnya. 

Keunikan ini menjadikan kopi Liberika sebagai salah satu varian langka yang hanya bisa ditemukan di daerah tertentu, termasuk Jember.

Kondisi geografis Jember yang memiliki perpaduan dataran tinggi dan rendah menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya kopi berkualitas.

 Iklim yang sejuk, curah hujan yang ideal, serta kesuburan tanah vulkanik menjadi penunjang utama dalam menciptakan cita rasa kopi yang khas dan konsisten.

Beberapa petani kopi di daerah Jember juga masih mempertahankan metode pengolahan tradisional, seperti metode “honey process” dan “natural process” yang tidak hanya mempertahankan rasa asli kopi, tetapi juga menambah karakteristik manis alami pada biji kopi. 

Kopi Rengganis, misalnya, merupakan salah satu kopi hasil lereng Argopuro yang diolah dengan metode ini dan telah banyak diminati oleh pecinta kopi lokal maupun mancanegara.

Pemerintah Kabupaten Jember telah mencanangkan daerah ini sebagai pusat produksi kopi robusta terbaik dan tengah mengupayakan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) untuk kopi Jember. 

Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan nilai jual kopi Jember meningkat dan diakui secara resmi sebagai produk unggulan daerah.

Selain itu, berbagai kegiatan promosi juga rutin dilakukan, mulai dari festival kopi, pelatihan barista lokal, hingga kerja sama dengan pelaku UMKM dan kafe-kafe di kota besar. 

Salah satu inovasi menarik adalah kehadiran “kopi rujak”, yakni minuman espresso yang dipadukan dengan bahan khas rujak seperti asam dan cabai, menciptakan sensasi pedas-manis-asam yang tidak biasa namun memikat.

Dengan luas lahan robusta yang mencapai 18.000 hektar dan produksi tahunan mencapai 11.000 ton, kopi Jember memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. 

Pemerintah daerah pun aktif mendorong ekspor dan promosi produk kopi lokal sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.

Kopi khas Jember tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga cerminan identitas dan budaya masyarakatnya yang terus melestarikan cita rasa nusantara.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #lereng argopuro #Kopi jember